Disnakkan Bondowoso Turunkan 75 Petugas Awasi Hewan Kurban, Al-Ishlah Jadi Fokus Pengawasan
Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso menerjunkan 75 petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, menjadi titik pengawasan terbesar dengan 15 petugas khusus pemeriksaan ante mortem dan post mortem.
BONDOWOSO, SJP – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban selama pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 75 petugas diterjunkan ke berbagai titik pemotongan hewan di seluruh wilayah Bondowoso untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
Salah satu titik pengawasan terbesar berada di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan. Lokasi ini menjadi pusat pemotongan hewan kurban terbanyak di Bondowoso sehingga mendapat perhatian khusus dari Disnakkan.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Bondowoso, drh. Edi Poernomo, mengatakan, pihaknya menurunkan 15 petugas khusus di Al-Ishlah untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem terhadap hewan kurban.
“Al-Ishlah memang menjadi titik pemotongan terbesar di Bondowoso, sehingga pengawasan kami fokuskan di sini. Sebanyak 15 petugas kami turunkan khusus untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai standar kesehatan hewan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Menurut Edi, pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum hewan disembelih guna memastikan ternak dalam kondisi sehat, tidak stres, dan layak dipotong. Selain itu, petugas juga memastikan aspek kesejahteraan hewan terpenuhi, seperti kecukupan air minum dan waktu istirahat.
“Setelah dipotong, kami lanjutkan dengan pemeriksaan post mortem untuk mengecek organ dalam hewan. Biasanya temuan yang paling sering adalah cacing hati. Jika ditemukan kondisi yang parah, organ tersebut langsung kami afkir agar tidak dikonsumsi,” jelasnya.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di lokasi pemotongan, tetapi juga sejak hewan masih berada di kandang pemasok. Disnakkan melakukan screening awal di sejumlah titik kandang sebelum ternak dikirim ke Al-Ishlah.
“Pemeriksaan sudah kami mulai dari kandang supplier. Ada satu titik di Jember dan lima titik di Bondowoso, terdiri dari dua titik sapi dan tiga titik domba. Semua kami pastikan sehat sebelum diberangkatkan,” terangnya.
Bahkan saat hewan tiba di lokasi pemotongan, Disnakkan kembali menerjunkan petugas tambahan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan kondisi ternak tetap aman.
“Ketika hewan datang ke lokasi, kami kirim lagi petugas untuk screening ulang. Jadi pengawasannya berlapis,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, Disnakkan Bondowoso menyebar puluhan petugas ke berbagai lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh kecamatan. Di wilayah Kecamatan Bondowoso kota saja terdapat sekitar 75 titik pemotongan yang diawasi oleh 22 petugas secara bergantian.
“Petugas bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan seluruh pemotongan terpantau. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ditemukan penyakit berbahaya. Kasus yang paling banyak hanya cacing hati dengan persentase sekitar 10 persen,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

