Dinilai Bahaya Menggunakan Perahu Rakit, Pemkot Malang Bakal Siapkan Mobil Antar Jemput Sekolah

Di saat waktu jam berangkat dan pulang sekolah, sekitar 125 pelajar yang harus menggunakan perahu rakit itu saat jembatan diperbaiki.

04 Oct 2023 - 13:00
Dinilai Bahaya Menggunakan Perahu Rakit, Pemkot Malang Bakal Siapkan Mobil Antar Jemput Sekolah
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (Tengah) saat meninjau lokasi perahu rakit yang digunakan ratusan pelajar di Mergosono, Kota Malang

Kota Malang, SJP - Sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan aktivitas ratusan siswa SD hingga SMP menggunakan perahu rakit untuk menyeberangi Sungai Brantas.

Hal itu dilakukan, mengingat Jembatan Gantung Mergosono masih dalam tahap perbaikan. Sehingga, mereka harus mengambil risiko dengan menggunakan perahu rakit.

Melihat kondisi tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajarannya meninjau langsung dilokasi, Rabu (04/10/2023).

Setelah meninjau, Wahyu mengatakan, pihaknya bakal menyediakan mobil antar jemput sekolah dan melarang siswa tidak menggunakan perahu getek atau perahu rakit yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa. 

Bahkan, Wahyu bersama OPD lainnya sempat menaiki perahu rakit dan menyeberangi Sungai Brantas itu.

"Ini tadi kondisinya cukup berbahaya. Sehingga, saya minta ke Disdikbud, BPBD, Camat, dan Satpol PP untuk menyediakan kendaraan antar jemput sekolah untuk siswa di tiap jam berangkat dan pulang sekolah," ujarnya.

Wahyu menyebut, untuk kendaraan antar jemput sekolah itu akan disediakan selama proses perbaikan jembatan berlangsung.

"Kami targetkan, jembatan itu bisa rampung akhir November 2023 mendatang. Saya juga meminta DPUPRPKP untuk mendahulukan atau mempercepat pengerjaan akses pejalan kaki di Jembatan Gantung Mergosono tanpa mengurangi kualitas konstruksi jembatan," tuturnya.

Wahyu menjelaskan, mayoritas pengguna perahu rakit tersebut merupakan pelajar di wilayah Mergosono dan Bumiayu yang berjalan kaki saat berangkat atau pulang sekolah.

Bahkan, ada sekitar 125 pelajar yang harus menggunakan perahu rakit itu saat jembatan diperbaiki. 

"Kami menyarankan ke masyarakat tidak menggunakan perahu rakit dan memilih jalur alternatif lain selama jembatan diperbaiki. Ini perahu rakit nya cukup berbahaya. Terlebih musim penghujan diperkirakan akan segera tiba," tambah Wahyu.

Sembari menunggu perbaikan jembatan rampung, Wahyu meminta kepada penyedia perahu rakit itu memperkuat keamanan ketika ada warga yang terpaksa menggunakan rakit tersebut.

Sebab, perahu rakit itu dibangun warga sekitar dari paguyuban keramba di wilayah Mergosono untuk membantu ratusan siswa dan warga pejalan kaki.

"Melihat kondisi yang ada, jika tidak perlu jangan menggunakan getek. Kalau sementara itu yang digunakan, kita minta diperkuat keamanan perahu nya," tandas Wahyu. (*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow