Diduga Cari Jamur Blotong Tebu, Bocah Semboro Jember Tewas Disambar Petir

Korban MK pada saat itu mengajak dua teman sebayanya hendak mencari jamur di tengah hujan lebat. Namun kedua teman nya tidak diperbolehkan ikut lantaran kondisi cuaca hujan disertai petir.

19 Feb 2025 - 19:16
Diduga Cari Jamur Blotong Tebu, Bocah Semboro Jember Tewas Disambar Petir
Teks Foto:Kondisi Jenazah M-KWarga Kecamatan Semboro Setelah Tersambar Petir.(Ulum/SJP).

JEMBER, SJP - Nahas, dialami oleh bocah beumur 14 tahun asal Kecamatan Semboro Berinisial MK. Dirinya harus meregang nyawa saat mencari jamur blotong bekas limbah tebu PG Semboro atau SGN yang berada di kawasan tersebut pada, Rabu,(19/2/2025) sore.

Hujan deras dan petir yang memang terjadi di kawasan Semboro tersebut harus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang bersangkutan.

Menurut sumber dari media ini, korban MK pada saat itu mengajak dua teman sebayanya hendak mencari jamur di tengah hujan lebat. Namun, kedua temannya tidak diperbolehkan ikut lantaran kondisi cuaca hujan disertai petir.

"Korban nekat pak, tadi ngajak kedua temannya, namun tidak diperbolehkan sama orang tuanya, namun dirinya nekat dan naik di tumpukan atas limbah bekas pengolahan gula atau biasa dibilang Blotong. Tidak berselang lama, ada petir menyambar dan korban kami lihat sudah meninggal dengan beberapa tangan gosong masih ada jamur yang ia pegang," kata sumber saat dikonfirmasi.

Atas kejadian tersebut, masyarakat sekitar mendatangi lokasi kejadian dan membawa jenazah anak tersebut dengan kondisi tidak bernyawa.

"Jadi kami tadi laporan polisi, dan memang korban sudah meninggal dunia karena tersambar petir," ungkap sumber.

Sementara itu, Aipda Yayang Pangestu Kanit Reskrim Polsek Semboro saat dikonfirmasi membernarkan jika memang ada kejadian anak tersambar petir.

"Benar ada korban tersambar petir, dan kami dari pihak kepolisian melakukan rangkaian informasi, cek TKP dan beberapa saksi. Korban meninggal dunia di tempat," jelasnya.

Di tempat terpisah, Humas Sinergi Gula Nusantara PG Semboro Hesta Cahyadi menerangkan jika lokasi tersebut sudah diberi papan larangan masuk. 

"Kami kroscek di lokasi dan unit 3 dan memang benar ada peristiwa anak tersambar petir. Padahal tempat tersebut juga sudah digembok dan ada pintunya dan ada papan larangan, karena memang sangat berbahaya," ungkapnya.

"Karena bekas limbah pengolahan pabrik dan juga abu bisa sangat panas. Kami akan semakin masif melakukan imbauan kepada masyarakat, besok kami pihak management mau ke rumah duka," ucapnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow