Diah, Harapan Baru Konservasi Gajah Sumatera Lahir di Batu Secret Zoo

Tak tanggung-tanggung, anak gajah berusia satu bulan ini secara resmi diberi nama Diah oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni. Nama Diah sendiri dikatakan berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “cahaya”, mencerminkan harapan besar yang menyertai kelahirannya.

31 May 2025 - 19:06
Diah, Harapan Baru Konservasi Gajah Sumatera Lahir di Batu Secret Zoo
Diah beserta induknya di Secret Zoo (Ist/Secretzoo/SJP)

KOTA BATU, SJP—Kabar membahagiakan datang dari Batu Secret Zoo, bagian dari Jawa Timur Park 2, dengan kelahiran seekor anak gajah Sumatera betina pada 21 April 2025 kemarin.

Gajah mungil ini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan konservasi satwa langka di Indonesia, khususnya gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang kini berstatus kritis (critically endangered) menurut IUCN.

Tak tanggung-tanggung, anak gajah berusia satu bulan ini secara resmi diberi nama Diah oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni. 

Nama Diah sendiri dikatakan berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “cahaya”, mencerminkan harapan besar yang menyertai kelahirannya.

General Manager Jawa Timur Park 2, Agus Mulyanto menyampaikan, kelahiran Diah merupakan pencapaian besar dalam upaya pelestarian satwa langka di luar habitat aslinya (ex-situ conservation).

“Kelahiran anak gajah ini merupakan tonggak penting dalam upaya konservasi satwa langka. Khususnya gajah Sumatera yang saat ini berada dalam status krisis. Hal ini bukti nyata komitmen kami dalam mendukung konservasi satwa langka di Indonesia,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kebanggaan, kehadiran Diah juga menunjukkan bahwa Batu Secret Zoo berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan dan reproduksi gajah.

Nur Patria Kurniawan menyebut, kelahiran ini sebagai salah satu indikator keberhasilan pengelolaan konservasi satwa, karena proses perkembangbiakan berlangsung di lingkungan yang menyerupai habitat asli gajah.

Tak hanya penting bagi konservasi, kelahiran Diah juga dikatakan memiliki nilai edukatif yang tinggi. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pertumbuhan satwa langka, serta memahami pentingnya menjaga kelestariannya dan kelahiran Diah diharapkan menjadi sinar bagi pelestarian satwa di Indonesia.

Kurator Batu Secret Zoo, Mariusz Lech menjelaskan, Diah lahir dalam kondisi sehat dengan berat 86 kilogram. Ia merupakan anak dari pasangan gajah Sumatera yang telah lama dirawat di Batu Secret Zoo gajah jantan bernama Andalas dan gajah betina Nazumi.

“Dengan kelahiran Diah, koleksi gajah di Batu Secret Zoo kini bertambah menjadi lima ekor, terdiri dari satu jantan dewasa, tiga betina dewasa, dan satu anak betina. Jumlah ini memperkuat peran Batu Secret Zoo sebagai salah satu lembaga konservasi ex-situ paling aktif dan progresif di Indonesia” imbuhnya.

Sebagai lembaga konservasi, Jawa Timur Park 2 sendiri berkomitmen tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan spesies yang terancam punah.

Diah bukan sekadar anak gajah, ia adalah simbol dari masa depan konservasi, semangat keberlanjutan, dan cahaya bagi upaya pelestarian satwa Indonesia. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow