Antisipasi Lonjakan Libur Paskah, Daop 8 Surabaya Operasikan 8 Kereta Api Tambahan

PT KAI Daop 8 Surabaya menambah 8 kereta api untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur Paskah 2-5 April 2026 dengan kapasitas hingga 99.200 penumpang.

03 Apr 2026 - 15:18
Antisipasi Lonjakan Libur Paskah, Daop 8 Surabaya Operasikan 8 Kereta Api Tambahan
Suasana penumpang di stasiun kereta api saat libur panjang Paskah di Surabaya. (Foto: Beritasatu.com)

SURABAYA, SJP — PT KAI Daop 8 Surabaya menambah delapan perjalanan kereta api (KA) guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur panjang Paskah 2026.

Penambahan ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat menuju sejumlah kota tujuan favorit, seperti Yogyakarta, Semarang, Madiun, Bandung, Jakarta, dan Banyuwangi.

Delapan KA tambahan yang dioperasikan yakni KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, dan KA Kertajaya Tambahan relasi Surabaya Pasarturi-Pasarsenen.

Selain itu, KA Tambahan SGU-GMR relasi Surabaya Gubeng-Gambir, KA Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng-Malang (PP), KA Mutiara Timur relasi Surabaya Gubeng-Ketapang, KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta, dan KA Gajayana Tambahan relasi Malang-Gambir.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan sebagian besar KA tambahan tersebut melayani rute menuju Jakarta.

“Rinciannya adalah lima kereta api tambahan tujuan Jakarta, satu kereta api tambahan tujuan Malang, dan satu kereta api tujuan Ketapang Banyuwangi,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Selama periode libur Paskah 2-5 April 2026, Daop 8 Surabaya mengoperasikan total 46 perjalanan KA, yang terdiri dari 38 KA reguler dan 8 KA tambahan, dengan kapasitas mencapai 24.800 tempat duduk per hari.

Secara keseluruhan, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan mampu melayani hingga 99.200 penumpang selama periode libur panjang tersebut.

Mahendro menambahkan, tiga stasiun dengan potensi volume penumpang tertinggi yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Ketiganya menjadi pusat mobilitas utama, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Selain penambahan perjalanan, KAI juga memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama melalui pemeriksaan sarana dan prasarana secara berkala serta peningkatan pengawasan di seluruh titik operasional.

“Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi, serta datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan berjalan lancar,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan, tidak lengah, serta memastikan barang berharga seperti dompet, ponsel, dan dokumen penting tersimpan dengan aman selama perjalanan.

Sumber: beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow