Pertamina EP Sukowati Field di Bojonegoro Diprotes Warga karena Cemari Lingkungan

Sejumlah tanaman seperti pohon asam dan rumput tampak mati karena diterjang limbah minyak yang berasal dari sumur pengeboran minyak PAD B.

15 Feb 2025 - 17:32
Pertamina EP Sukowati Field di Bojonegoro Diprotes Warga karena Cemari Lingkungan
Beberapa tanaman tampak mati kare diterjang limbah. (Foto:Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP - Limbah Pertamina EP Sukowati Field di Kabupaten Bojonegoro mencemari lingkungan. Tepatnya di titik pengeboran PAD B yang berada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.

Sejumlah tanaman seperti pohon asam dan rumput, tampak mati karena diterjang limbah minyak yang berasal dari sumur pengeboran minyak PAD B.

Petani yang memiliki sawah di sekitar sumur pengeboran tersebut pun mengeluhkan limbah yang beraroma solar. Karena terus mengalir ke sawah warga.

“Lahan saya yang di samping lokasi dimasuki limbah tersebut,” kata Pamuji, pemilik sawah di sekitar sumur PAD B, Sabtu (15/2/2025).

Pamuji mengaku sudah berulang kali melakukan protes kepada perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang perminyakan tersebut. Namun Pertamina tidak memberi jawaban.

"Saya sudah beberapa kali protes ke Pertamina," lanjutnya.

Petani lain yang sawahnya bersebelahan dengan sumur PAD B mengatakan, kejadian tersebut sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Protes pun sudah disampaikan. Namun hingga saat ini, belum ada penanganan dari pihak Pertamina.

"Sudah tiga bulan. Kita sudah protes ke Pertamina belum ditangani," tandas Pakis.

Warga berharap Pertamina segera menindaklanjuti keluhan mereka. Sebab. Setidaknya, pihak Pertamina dapat mengantisipasi terjadinya pencemaran yang semakin luas.

Menurut petugas yang turun ke lokasi, limbah cair yang mengalir ke sungai tersebut diindikasikan berupa solar.

Di sisi lain, Zuhriansyah, Humas Pertamina EP Sukowati Field mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan.

"Lagi di cek sama teman-teman Enviro kita," jawabnya.

Pantauan di lapangan, terdapat lima desa di dua kecamatan yang dilintasi anak Sungai Bengawan Solo terancam tercemar limbah tersebut.

Desa tersebut yaitu Ngampel, Sambiroto dan Semanding di Kecamatan Kapas. Kemudian Desa Mulyoagung dan Campurejo di Kecamatan Bojonegoro. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow