Cerita Member Smart Wallet Jombang, Tergiur Ajakan Leader Hingga Merasa Tertipu

Dugaan penipuan investasi Smart Wallet semakin menguat. Korban investasi berbentuk aktivitas penghimpunan dana berkedok robot trading atau expert advisor dengan sistem multi-level marketing buka suara.

03 Apr 2024 - 07:45
Cerita Member Smart Wallet Jombang, Tergiur Ajakan Leader Hingga Merasa Tertipu
Korban dugaan penipuan investasi Smart Wallet di Jombang. (Fredi/SJP)

Kabupaten Jombang, SJP - Dugaan penipuan investasi Smart Wallet semakin menguat. Korban investasi berbentuk aktivitas penghimpunan dana berkedok robot trading atau expert advisor dengan sistem multi-level marketing buka suara. 

Salah satu yang merasa menjadi korban, Juned (42) ikut investasi Smart Wallet karena ada ajakan dari leader. 

"Leader - leader ini yang membawa kita ikut dengan Smart Wallet," kata Juned kepada wartawan, Senin (1/4/2024). 

Para leader mengiming - imingi member dengan bonus - bonus yang tinggi dengan tawarkan bunga 2 persen dengan nominal keuntungan dengan pecahan USD, karena itu dirinya merasa tertarik ikut dengan Smart Wallet. 

Memang diakui oleh Juned, awal - awalnya dirinya bisa melakukan penarikan Withdraw (WD) satu, dua, tiga kali, beberapa bulan bisa melakukan WD. Namun kegelisahan datang saat tanggal 5 Maret 2024 sampai sekarang WD selalu di pending. 

Juned menyampaikan gabung Smart Wallet terhitung 17 Desember 2023. Awal mula modal tidak banyak cuma Rp 500.000, tapi setelah kemarin dijanjikan event kita ngebom habis - habisan. 

"Tanggal 5 sampai tanggal 20 Maret ada event sampai 100 persen. Siapa yang saldo Rp 20 juta jadi Rp 50 juta. Karena WD Pertama, Kedua dan ketiga oke kita lanjut nambah saldo dengan mencari mitra baru. Dengan membawa mitra atau member baru kita dijanjikan VIP, ada bonus, ada banyak janjinya. Kerugian saya total 18 juta rupiah," ujarnya. 

Langkah demo dilakukan usai upaya menghubungi oknum Anggota DPRD Ahmad Tohari yang mengaku menjadi Presiden Direktur Smart Wallet tak kunjung tercapai. 

"Kami selaku pihak korban mencari solusi dengan mendatangi orang yang mengaku Presiden Direkturnya Smart Wallet. Kita minta uang kita kembali," ucapnya. 

Sebelumnya hari Jumat sudah konfirmasi ke leader dibawahnya pak Tohari, ke Pak Polo M, termasuk ke admin - admin. Kita janjian hari Jumat suruh koordinasi, katanya bisa hari Sabtu ternyata konfirmasi ke pak Tohari hari Sabtu dan Minggu tidak ada. 

"Katanya beliau hari Senin bisa, jam nya setelah berbuka puasa. Ternyata sampai sini pak Tohari di Telepon pun tidak bisa," jelasnya. 

Mengenai nilai kerugian setiap member berbeda. Ada yang Rp 300 juta, Rp 500 juta, bahkan ada yang mengambil pinjaman dari BRI. 

"Kalau dari list rencana kegiatan tanggal 31 Maret kita ada acara di Hotel Yusro, acara Bukber itu, jumlah member Smart Wallet dibawah Presiden Direktur Ahmad Tohari lebih dari 500 orang," terang Juned. 

Sementara, Tiami (55) Ikut tanggal 25 Januari 2024, dengan total nominal 4 Juta rupiah, tanggal 25 Maret Rp 25 juta, terus tanggal 14 Maret 20 juta, untuk terakhir kemarin Rp 2,5 juta.

"Total semua Rp 55 juta untuk saya, belum pernah merasakan WD. Itu modalnya saja," ucapnya. (*) 

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow