Bupati Pasuruan Minta Ponpes untuk Ajukan SLF dan PBG Demi Keamanan

Sebagai langkah awal, Mas Rusdi meminta pihak Ponpes untuk mengajukan sertifikasi laik fungsi (SLF) ataupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan seluruh biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

08 Oct 2025 - 18:36
Bupati Pasuruan Minta Ponpes untuk Ajukan SLF dan PBG Demi Keamanan
Bupati Pasuruan saat memberikan arahan terkait persetujuan bangunan gedung pondok pesantren (foto isbi/SJP)

PASURUAN, SJP — Ambruknya bangunan bertingkat di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur pada 29 September lalu membuat Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo memandang penting agar semua bangunan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan, segera diperiksa kelayakannya. 

Penegasan ini disampaikan Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan ini, saat menghadiri Silaturrahim para Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Pasuruan di Aula RSNU, Rabu (8/10/2025).

Di hadapan para ulama dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Pasuruan, Mas Rusdi menyampaikan bahwa analisis kelayakan pondok pesantren bukanlah hal yang mengerikan, melainkan justru membantu dalam menciptakan keamanan dan keselamatan para santri dalam mengenyam ilmu agama di pondok pesantren.

"Ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat agar daerah juga melaksanakannya. Dan kami tegaskan bahwa analisis kelayakan bangunan ponpes bukan sesuatu yang mengerikan tapi membantu semuanya," katanya. 

Sebagai langkah awal, Mas Rusdi meminta pihak Ponpes untuk mengajukan sertifikasi laik fungsi (SLF) ataupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan seluruh biayanya akan ditanggung oleh pemerintah daerah. 

"Untuk kepengurusan SLF atay PBG, semua biayanya gratis, tidak ada biaya apapun. Pemerintah daerah yang akan menyiapkan anggarannya," terangnya. 

Hanya saja, saat permohonan SLF ternyata dinyatakan tidak layak, Mas Rusdi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PII) agar dapat memberikan rekomendasi kepada pemilik gedung untuk memperbaiki beberapa bagian yang dianggap kurang. Sebab semua ini dilakukan semata-mata mengantisipasi kejadian serupa di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. 

"Kami kumpulkan PII untuk membantu program ini. Kalau dari analisis contoh kayunya sudah keropos harus diganti, atau struktur bangunannya kurang kuat harus diperbaiki, maka itulah rekom terbaik untuk keamanan bangunan pondok itu sendiri, biar tidak was-was," tegasnya. (***)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow