Bupati Malang Dukung Potensi Desa: Dari Gabah hingga BBM dari Plastik

Bupati Malang meninjau potensi ekonomi desa dalam Samdes Gotro Gondanglegi, dari penggilingan padi hingga inovasi BBM berbahan dasar plastik.

30 Jun 2025 - 21:47
Bupati Malang Dukung Potensi Desa: Dari Gabah hingga BBM dari Plastik
Bupati Malang berdialog dengan H. Hatta Zakaria di penggilingan padi, bahas ketahanan pangan dan harga gabah petani dalam agenda Samdes Gotro (doc. Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Bupati Malang HM Sanusi menegaskan komitmen pengembangan potensi desa sebagai pilar ketahanan pangan dan energi alternatif di Kabupaten Malang.

Penggilingan padi, peternakan, hingga inovasi BBM dari plastik jadi sorotan kunjungan Bupati Malang dalam agenda Samdes Gotro Gondanglegi.

“Nanti akan kita bicarakan dengan tim anggaran dan DPRD, potensi-potensi yang ada akan kita kembangkan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Sanusi disela agendanya mengunjungi pabrik penggilingan padi di Desa Sumberjaya, Senin (30/6/2025).

Desa Sumberjaya menjadi titik penutup kegiatan Samdes Gotro Kecamatan Gondanglegi. Di desa ini terdapat penggilingan padi milik H. Hatta Zakaria yang mampu menggiling hingga 20 ton gabah dalam sekali proses, dengan kapasitas produksi harian mencapai 40 ton gabah menjadi beras medium dan premium.

Hatta menjelaskan, gabah diserap dari wilayah sekitar seperti Dampit, Gondanglegi, Pagelaran, Pakisaji, Kepanjen, hingga Bululawang.

“Alhamdulillah untuk di Malang Raya tidak pernah telat bahan baku, karena pasokannya berjenjang dari tiap daerah,” ujarnya.

Namun, ia mengakui pihaknya kesulitan memasarkan beras premium karena harga gabah petani kini mencapai Rp7.500 per kilogram.

Sementara, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium ditetapkan Rp12.500, sedangkan biaya produksi menuntut harga jual di atas Rp13.000.

“Kami juga memasok ke Bulog, tapi ada pembatasan. Pemasaran jadi berat karena kami kalah dari perusahaan bermerek,” jelasnya.

Selain penggilingan padi, rombongan juga mengunjungi peternakan kambing Talitha Fata Farm, budidaya jamur dan ikan nila, embung Desa Urek-Urek, industri genteng dan bata, serta Koperasi Merah Putih Putukrejo yang mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar setara bensin, solar, dan minyak gas dengan biaya produksi sekitar Rp4.000 per liter.

Dengan mengakhiri kunjungan di Desa Sumberjaya, kegiatan ini menegaskan fokus Pemkab Malang dalam mendorong desa sebagai poros kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan daerah. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow