Bupati Lamongan Resmikan Pos Penjagaan Palang Pintu Jalur Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan

Lamongan menerima bantuan dua unit pos penjagaan dan palang pintu perlintasan sebidang jalur perlintasan langsung (JPL)

11 Jan 2024 - 14:45
Bupati Lamongan Resmikan Pos Penjagaan Palang Pintu Jalur Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan
Bupati Lamongan resmikan pos penjagaan palang pintu jalur perlintasan KA rawan kecelakaan(Foto : Dok/Atma/SJP))

Kabupaten Lamongan,SJP - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi resmikan dua unit pos penjagaan dan palang pintu yang berada di perlintasan JPL 218 Warukulon, Kecamatan Pucuk dan JPL 256 Sawo, Kecamatan Babat. 

Bantuan pos penjagaan dua unit pos penjagaan dan palang pintu perlintasan sebidang jalur perlintasan langsung (JPL) kereta api yang diterima Pemkab Lamongan, pria yang akrab disebut Pak Yes ini, untuk tekan angka kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang JPL selama ini.

“Palang pintu ini penting, beberapa kali kita mendengar berita tabrakan dan kecelakaan yang diakibatkan oleh kereta api,” kata Pak Yes saat melauncing operasional palang pintu dan pos jaga di JPL 218.

Terlepas dari itu, ia katakan, perkembangan perkeretaapian alami tren kemajuan yang pesat sehingga perlu adanya keselarasan pada keselamatan perlintasan sebidang. 

“Perkembangan pesat kereta api yang dulu berapa puluh, tahun 2023 menjadi 64 kereta yang lewat di perlintasan Lamongan.

Ia katakan, kereta api saat ini mencapai 70 kali dan kecepatannya paling rendah 160 km/ jam sehingga jarak tempuh kereta ini semakin sebentar, semakin cepat dan semakin baik pelayanannya. 

"Dulu ada satu perlintasan, sekarang dua perlintasan, dan direncanakan akan ada tiga. Ini lah yang mengharuskan kita semua mengantisipasi, membuat tanggungjawab bersama akan keselamatan masyarakat melintasi rel kereta,” ungkap Pak Yes.

Di tahun 2022, Pemkab Lamongan telah membangun palang pintu sebanyak sembilan (9) unit. 

Sementara, ditahun 2023 dibangun sebanyak menjadi 12 unit, ditambah dari swadaya masyarakat sebanyak 10 unit.

Dengan diterimanya bantuan dua palang pintu dan pos penjagaan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menambah keberadaan palang pintu dari Kecamatan Deket hingga Kecamatan Babat menjadi 33 unit. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan, Haru Widi, ungkapkan, jumlah perlintasan kereta api di Kabupaten Lamongan awalnya sebanyak 73 perlintasan.

Dari jumlah tersebut sebanyak 19 perlintasan ditutup karena dianggap tidak efektif, sehingga menjadi 54 perlintasan untuk dimintakan rekomendasi ke pusat.

Namun karena 10 diantaranya belum ada penjaga maka pusat hanya setujui 44 perlintasan. 

“Tinggal 11 perlintasan, insyallah di tahun 2024 akan dibangun enam (6) perlintasan, tinggal lima (5) tapi kami berharap ini diselesiakan semuanya. Dan yang tadi ditolak, mohon partisipasinya Pak Kades, berikan penjaganya nanti kita mintakan rekomendasikan ke pusat, nanti bisa dibangun sesederhana mungkin paling tidak, yang penting harus buat perlintasan dan wajib ada penjaganya,” pungkasnya.

Kepala Desa Warukulon, Nur Hasan ungkapkan, keberadaan palang pintu di JPL 218 sangat bermanfaat dan membantu masyarakat dalam melintasi rel kereta untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.  

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga Dinas Perhubungan Provinsi dan Dinas Perhubungan Lakongan. Desa kami diberikan palang pintu untuk keselamatan warga sekitar khusunya masyarakat Warukulon Pucuk, yang ini untuk menuju Sugio jadi ini sangat tepat di taruh disini. Apalagi di tahun 2022 pernah terjadi kecelakaan yang sangat mengenaskan saat acara grak jalan 17-an, jadi ini sangat berguna,” pungkasnya.(*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow