Bupati Kunjungi Gerai Kopi di Bandara, BUMD Jember Mampu Bersaing di Tempat Strategis
Kehadiran gerai kopi ini bukan sekadar urusan niaga, melainkan simbol sinergi antarinstansi daerah untuk membangkitkan ekonomi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
JEMBER, SJP — Sektor transportasi udara dan komoditas kopi lokal kini saling bertautan di Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi memperkenalkan gerai Kahfee Kahyangan yang kini hadir menyapa para penumpang di Bandara Notohadinegoro, Jember.
Kehadiran gerai kopi ini bukan sekadar urusan niaga, melainkan simbol sinergi antarinstansi daerah untuk membangkitkan ekonomi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bandara Notohadinegoro yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Jember kini memiliki wajah baru dengan hadirnya unit usaha dari Perumda Perkebunan Kahyangan, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kebanggaan warga Jember.
Dalam kunjungannya ke bandara, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyempatkan diri mencicipi langsung racikan kopi khas Jember di area keberangkatan.
Ia menekankan bahwa fasilitas seperti ini sangat krusial untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para pelancong, sekaligus menjadi etalase produk unggulan daerah.
"Bagi masyarakat yang akan terbang dari Bandara Notohadinegoro menuju Jakarta, sekarang tidak perlu bingung mencari tempat bersantai," katanya di sela-sela kunjungan.
"Ada Kahfee Kahyangan yang siap menemani. Ini adalah bukti nyata bahwa BUMD kita mampu bersaing dan memberikan layanan terbaik di tempat strategis," ujar Fawait.
Fawait juga menyebut pentingnya kemandirian ekonomi daerah melalui optimalisasi aset-aset pemerintah. Dengan slogan, "Jember Mandiri, Semua Karena Cinta."
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangga dan menggunakan produk serta fasilitas milik daerah," ujarnya.
Papan peringatan unik bertuliskan "Anda Memasuki Area Wajib Ngopi" di gerai tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini mencerminkan identitas Jember sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia.
"Kehadiran Kahfee Kahyangan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi Perumda Perkebunan Kahyangan dan memberikan kontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ungkap Gus Fawait.
Video promosi yang diunggah Gus Fawait memperlihatkan suasana ruang tunggu yang lebih hidup. Para penumpang terlihat menikmati kopi dalam kemasan modern maupun seduhan manual (manual brew).
"Cari inspirasi? Kahyangan kopi aja... minumnya sampai ke hati," tulis pesan dalam spanduk promosi yang terpajang, memperkuat posisi jenama lokal ini di hati para konsumen.
Dengan adanya integrasi antara layanan transportasi udara dan sektor perkebunan, Kabupaten Jember di bawah dorongan tokoh seperti Fawait optimistis dapat memutar roda ekonomi lebih cepat, sembari memperkuat jati diri Jember sebagai kota kopi yang modern dan mandiri. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

