Jejak Bangunan Era Majapahit Ditemukan di Kota Kediri
Lokasinya berada di belakang ladang jagung milik seorang warga bernama Mulyono, di tempat tersebut juga ditemukan sejumlah potongan benda diduga peninggalan bersejarah, seperti bagian dari Dwarapala.
KOTA KEDIRI, SJP — Jejak bangunan kuno yang diduga berasal dari zaman Kerajaan Majapahit ditemukan di lingkungan Balekambang, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Berlokasi di area ladang jagung milik warga bernama Mulyono, di tempat tersebut juga ditemukan sejumlah potongan benda yang diduga cagar budaya, termasuk bagian dari arca Dwarapala.
Sebagaimana diketahui, Dwarapala merupakan sosok patung penjaga candi atau bangunan yang biasanya ditempatkan di bagian luar.
"Kepala Dwarapala kecil, juga ada pecahan gada, ikal rambut Dwarapala, akan tetapi tidak ditemukan bagian wajah atau lengannya," jelas Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setyowati, Rabu (13/05/2026).
Selain itu, ditemukan pula beberapa benda yang berkaitan erat dengan struktur bangunan, sehingga memperkuat dugaan adanya bangunan kuno di wilayah tersebut.
"Juga ada umpak (landasan tiang bangunan), batu andesit atau batu bata merah besar, peripih candi (benda khusus yang ditempatkan dalam wadah di dalam candi), serta keramik. Jadi diperkirakan, kemungkinan dahulu terdapat candi di sana," jelas Endah.
Menurut dia, benda-benda tersebut diduga berasal dari era Majapahit. Wilayah Kediri sendiri, merujuk pada catatan sejarah, memang termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Saat itu, ibu kota Majapahit diduga berpusat di kawasan Trowulan (kini Kecamatan Trowulan, Mojokerto). "Diduga peninggalan Kerajaan Majapahit," tambahnya.
Beberapa di antara benda yang diduga cagar budaya tersebut, menurut Endah, akan dibawa ke museum untuk diamankan setelah mendapatkan izin dari penemu. Sementara itu, benda yang tidak dibawa akan didata dan diinventarisasi.
"Kami sudah meminta izin untuk membawa tembikar, potongan rambut ikal Dwarapala, serta gada ke museum dan telah diizinkan. Temuan ini juga akan dilaporkan ke Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Kediri untuk didiskusikan mengenai langkah selanjutnya," ujar Endah.
Sementara itu, pemilik lahan sekaligus penemu benda tersebut, Mulyono, menceritakan bahwa benda-benda itu ditemukan secara tidak sengaja saat ia menggali tanah untuk bahan baku batu bata. Benda-benda tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 2 meter dan tersebar di area lahan seluas kurang lebih 210 meter persegi.
Mulyono pertama kali menemukan benda-benda tersebut sekitar lima tahun lalu, kemudian melaporkannya ke komunitas pelestari sejarah Pasak Kediri. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke dinas terkait.
Sehari-hari, Mulyono bekerja sebagai perajin batu bata. Sebelum menemukan benda-benda tersebut, Mulyono mengaku sempat mendapatkan firasat.
"Sebelum menemukan, sempat bermimpi di sini ada bangunan kuno (tumpukan) batu bata," jelasnya.
Dari berbagai benda yang ditemukan, terdapat sejumlah objek dengan tingkat keutuhan mencapai 90 persen.
"Gada itu bentuknya padat panjang, terbuat dari batu. Posisinya terpotong antara bagian kepala dan pegangan. Tembikar itu sudah ada yang pecah, tetapi relatif utuh. Sedangkan keramik yang ditemukan, memiliki warna putih dan krem," pungkas Mulyono. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

