Bulog Tulungagung Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Stabil di Rp12.500 per Kilogram
Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan menjelaskan, hingga saat ini belum ada instruksi baru terkait penyesuaian harga beras SPHP.
TULUNGAGUNG, SJP - Di tengah dinamika kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di pasaran, Perum Bulog Cabang Tulungagung menegaskan bahwa harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih dipatok stabil di angka Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan menjelaskan, hingga awal September 2025 ini belum ada instruksi baru terkait penyesuaian harga SPHP. Karena itu, pihaknya tetap berpegang pada ketentuan lama demi menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Kita tetap berpatokan pada Rp12.500 karena tujuan awalnya adalah menstabilkan harga,” ungkap Yonas, Jumat (5/9/2025).
Menurutnya, harga beras di pasaran memang sempat tinggi meski saat ini sudah mulai ada penurunan seiring musim panen. Namun, fokus Bulog tetap menjaga agar beras SPHP bisa dijual sesuai HET, bahkan lebih rendah bila memungkinkan.
“Kami selalu sarankan ke mitra agar menjual jangan melebihi HET, kalau bisa di bawahnya,” jelasnya.
Yonas menambahkan, hingga saat ini realisasi penyaluran SPHP di Jawa Timur baru mencapai 5,7 persen dari target tahunan. Angka tersebut terbilang kecil karena target penyaluran di provinsi ini sangat besar, yakni 170 ribu ton per tahun.
“Kita baru mulai efektif sebulan terakhir, jadi wajar persentasenya masih kecil,” terangnya.
Untuk wilayah kerja Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Trenggalek, dan sekitarnya, Bulog Tulungagung sudah menyalurkan sekitar 1.000 ton beras SPHP dari total target 9.000 ton.
Penyaluran ini dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari outlet BUMN, toko pasar tradisional, gerakan pangan murah, hingga sinergi dengan instansi TNI-Polri.
Jika dibandingkan Juli, penjualan SPHP di bulan Agustus terpantau lebih masif. Hal ini disebabkan semakin banyak saluran distribusi yang digunakan serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap program beras murah tersebut.
“Agustus lebih signifikan karena salurannya lebih banyak dan masyarakat juga makin tahu berkat bantuan informasi dari media,” ujar Yonas.
Selain memperluas distribusi di tingkat lokal, Bulog Tulungagung juga mendapat mandat dari pusat untuk ikut serta dalam program pemerataan stok nasional.
Pada Agustus lalu, Bulog Tulungagung mengirimkan 1.000 ton beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT) secara bertahap menyesuaikan kapasitas kapal pengangkut.
“Prinsipnya kami menunggu perintah pusat. Untuk NTT sudah terealisasi 1.000 ton pada bulan Agustus kemarin, dan tidak menutup kemungkinan akan ada destinasi lain ke depan,” tambah Yonas.
Dengan langkah ini, Bulog berharap stok beras nasional tetap aman dan masyarakat dapat menikmati harga yang lebih terjangkau. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

