Berbicara Melalui Karya, Konsistensi Sie Bersaudara Menembus ARTJOG Kids Empat Tahun Berturut-turut
Sie bersaudara, yakni Raynold Alexander Sie dan Ryu Marcello Sie menembus ARTJOG Kids selama empat tahun berturut-turut, menyiasati batas partisipasi dan menegaskan konsistensi talenta muda di panggung seni nasional.
SURABAYA, SJP - Dua bersaudara berbakat, Raynold Alexander Sie (11 tahun) dan Ryu Marcello Sie (6 tahun), siswa dari Lotus Art Courses, menunjukkan pencapaian luar biasa di dunia seni rupa Indonesia. Melalui karya-karya mereka, keduanya berhasil menembus ajang seni prestisius ARTJOG Kids selama empat tahun berturut-turut, dari tahun 2023 hingga 2026.
Sebagai informasi, ARTJOG sendiri merupakan salah satu pameran seni rupa kontemporer paling bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta.
Dalam penyelenggaraannya, ARTJOG juga menghadirkan ARTJOG Kids, sebuah divisi khusus yang memberikan ruang bagi seniman anak untuk menampilkan kreativitas dan imajinasi mereka dalam platform profesional berskala nasional.
Menariknya, ARTJOG Kids memiliki batasan partisipasi, di mana setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti maksimal dua edisi. Namun, hal itu justru dijawab dengan pencapaian manis oleh Sie bersaudara. Raynold berhasil lolos dua tahun berturut-turut pada edisi 2023 dan 2024, kemudian dilanjutkan oleh sang adik, Ryu, yang juga lolos pada edisi 2025 dan 2026.
ARTJOG setiap tahunnya mengusung benang kuratorial yang saling terhubung dalam bentuk trilogi tema. Pada periode 2023 hingga 2025, ARTJOG mengangkat trilogi “Motif” yang terdiri dari Motif: Lamaran (2023), Motif: Ramalan (2024), dan Motif: Amalan (2025). Sementara itu, tahun 2026 menandai awal trilogi baru dengan tema Ars Longa, Generatio.
Kehadiran karya Raynold dan Ryu dalam rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana keduanya tidak hanya konsisten secara partisipasi, tetapi juga tumbuh mengikuti perkembangan wacana kuratorial ARTJOG dari satu fase ke fase berikutnya.
Pada ARTJOG 2023 dengan tema “Motif: Lamaran”, Raynold menampilkan karya berjudul “Giant Fish Tank” dalam medium kertas A3. Setahun berikutnya, di ARTJOG 2024 bertema “Motif: Ramalan”, ia menampilkan dua karya, yaitu “Bersatu” (kertas A3) dan “Sea Monsters” (kanvas 100x100 cm), yang menunjukkan eksplorasi visual yang semakin matang.
Melanjutkan jejak kakaknya, Ryu tampil produktif di ARTJOG 2025 dengan tema “Motif: Amalan”. Ia memamerkan lima karya sekaligus, yaitu “Dino-Dino Bertengkar” (kertas A3), “Di Dalam Lautan Biru” (kertas A3), “Mau Gigit-gigitan” (kanvas 30x30 cm), “Dunia Ikanku” (kanvas 50x50 cm), serta “Jam Pasir – Waktu Kejar-kejaran, Makan-makanan” (kanvas 60x100 cm) dengan berbagai ukuran dan medium.
Kemudian, memasuki gelaran ARTJOG 2026 dengan tema “Ars Longa, Generatio”, Ryu kembali ikut berkompetisi dan kembali terpilih dengan karya berjudul “I Have a Dream” (kertas A3).
Kedua anak itu telah menunjukkan bakat seni sejak usia dini. Raynold bergabung dengan Lotus Art Courses sejak tahun 2022 dan dikenal tekun mengeksplorasi karakter hewan serta figur imajinatif. Kini, karyanya tidak hanya berupa lukisan dua dimensi, tetapi juga mulai berkembang ke bentuk semi tiga dimensi.
Sementara itu, Ryu yang bergabung sejak 2024 juga menunjukkan ketertarikan serupa pada figur dan dunia hewan, dengan pendekatan yang spontan, ekspresif, dan berani.
Keberhasilan itu tidak lepas dari peran Lotus Art Courses (LAC) sebagai wadah pengembangan bakat seni anak. Dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong eksplorasi, keberanian berekspresi, serta karakter visual yang kuat, Lotus Art Courses terus berkomitmen mendukung lahirnya seniman-seniman muda berbakat.
Founder Lotus Art Courses, Putu Mahendra, memberikan apresiasi atas pencapaian kedua siswa tersebut, terlebih di umur mereka yang masih muda dan masih memiliki banyak ruang untuk berkembang.
"Raynold dan Ryu adalah contoh nyata bagaimana konsistensi, keberanian berekspresi, dan lingkungan yang tepat dapat membentuk karakter artistik sejak dini," ujar Putu, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang mendorong kebebasan berekspresi, terutama untuk anak-anak menjadi kunci penting dalam membangun fondasi tersebut.
"Kami di Lotus Art Courses sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka, dan kami percaya potensi mereka masih akan terus berkembang ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Partisipasi Sie bersaudara dalam ARTJOG Kids selama empat tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki kualitas dan daya saing tinggi, serta layak mendapatkan ruang di panggung seni yang lebih luas. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

