Di Tengah Gempuran Globalisasi, Bondowoso Perkuat Karakter Anak Lewat Kearifan Lokal Dewi Rengganis

Pemkab Bondowoso mendorong penguatan karakter generasi muda melalui edukasi budaya berbasis kearifan lokal. Melalui Gelar Budaya "Ini Budi-Amarta Dewi Rengganis", anak-anak diajak mengenal nilai kebajikan, seni, dan identitas daerah sebagai bekal menghadapi tantangan globalisasi.

18 Jun 2026 - 09:00
Di Tengah Gempuran Globalisasi, Bondowoso Perkuat Karakter Anak Lewat Kearifan Lokal Dewi Rengganis
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati, Sekda dan beberapa kepala OPD saat menerima lukisan Dewi Rengganis dari salah satu seniman dalam kegiatan Gelar Budaya

BONDOWOSO, SJP – Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda, upaya menjaga akar budaya menjadi tantangan yang tidak ringan. Anak-anak kini tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi beragam budaya populer dari berbagai belahan dunia. Di satu sisi membuka wawasan, namun di sisi lain berpotensi mengikis kedekatan mereka dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak di Bondowoso untuk mencari cara agar generasi muda tidak tercerabut dari identitas budayanya. Salah satunya melalui pendekatan seni dan budaya yang dikemas secara menarik, edukatif, serta dekat dengan dunia anak-anak. Upaya ini diyakini menjadi sarana efektif untuk menanamkan karakter, moral, dan kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.

Malam itu, nilai-nilai kearifan lokal hadir tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan. Legenda Dewi Rengganis yang hidup dalam khazanah budaya masyarakat Bondowoso dihidupkan kembali melalui pertunjukan tari, musik, dan teater dalam Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis".

Anak-anak yang terlibat tidak sekadar belajar seni pertunjukan, melainkan juga menyerap pesan tentang kebajikan, kepemimpinan, keberanian, dan cinta terhadap tanah kelahiran.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, penguatan karakter berbasis budaya lokal merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi masa depan. Sebab, kecerdasan intelektual tanpa fondasi budaya yang kuat dikhawatirkan akan melahirkan generasi yang kehilangan arah dan identitas di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Pandangan tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid saat menghadiri Gelar Budaya "Ini Budi Amarta Dewi Rengganis" yang digelar Rabu (17/6/2026) malam di GOR Pelita Bondowoso yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dan digagas oleh Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso dan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.

Menurut Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Pada era modernisasi yang bergerak sangat cepat ini, kita dihadapkan pada tantangan besar berupa terkikisnya nilai-nilai jati diri bangsa di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah urgensi dan kebutuhan strategis demi menyelamatkan masa depan bangsa," ujarnya.

Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga memberikan apresiasi kepada Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso yang menggagas program pembelajaran "Ini Budi". Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana seni budaya dapat dijadikan media pendidikan karakter yang menyenangkan sekaligus membumi.

Melalui pertunjukan yang mengangkat kisah Dewi Rengganis, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai seni, kebajikan, keindahan, dan kearifan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bondowoso. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membentuk pribadi yang berkarakter dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa serta daerahnya.

"Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GAS Bondowoso atas inisiasi program pembelajaran Ini Budi. Melalui pertunjukan ini kita menyaksikan langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai seni, kebajikan, dan kearifan kepada anak-anak sejak usia dini," katanya.

Ra Hamid menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni dan pertunjukan sesaat. Pelestarian yang sejati harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan dan menyentuh langsung generasi penerus.

Karena itu, ia mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, lembaga pendidikan, serta masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda Bondowoso.

"Kegiatan malam ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak boleh mandek pada tataran wacana. Pelestarian harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan dan menyentuh langsung denyut nadi generasi muda," ungkapnya.

Bupati Bondowoso mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya sebagai perekat persatuan sekaligus sarana membangun masa depan daerah. Ia berharap semangat "Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa" dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kepada para peserta yang sebagian besar merupakan anak-anak, Ra Hamid berpesan agar menjadikan kisah Dewi Rengganis sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Bondowoso harus menjadi ruang yang subur bagi lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluhuran budi dan kebanggaan terhadap budaya daerahnya.

"Mari kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi tumbuhnya generasi yang cerdas secara intelektual dan luhur secara kultural," pungkasnya. (***)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow