Banjir Putuskan Jembatan Darus, Ribuan Warga Jember Terdampak
Banjir kiriman dari kawasan pegunungan Argopuro dan Raung memutus Jembatan Darus di Desa Jubung, Sukorambi, Sabtu (14/2/2026). Sebanyak 7.445 kepala keluarga terdampak.
JEMBER, SJP – Banjir kiriman yang berasal dari kawasan pegunungan Argopuro dan Raung membawa dampak besar bagi masyarakat Jember, Jawa Timur. Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara akses jalan utama antar kecamatan terputus akibat derasnya aliran air.
Kerusakan terparah terjadi di Jembatan Darus yang berada di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Jembatan dengan panjang sekitar 100 meter tersebut hampir tidak dapat dilintasi setelah dihantam luapan Sungai Bedadung pada Sabtu (14/2/2026).
“Ini sudah berkali-kali rusak, tetapi sekarang yang paling parah. Padahal ini jalur anak sekolah dan jalur ekonomi warga,” keluh Sofyan, warga setempat, saat ditemui di lokasi.
Selama ini, Jembatan Darus menjadi penghubung tiga kecamatan, yaitu Ajung, Sukorambi, dan Rambipuji. Terputusnya jembatan tersebut langsung menghambat aktivitas masyarakat. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
Anggota Polsek Sukorambi, Aiptu Ahmad Hasan, menyampaikan bahwa akses tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat. “Sekarang warga harus cari jalan alternatif yang jaraknya cukup jauh. Ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas sekolah maupun perekonomian warga dapat kembali berjalan normal.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, banjir kali ini berdampak pada 7.445 kepala keluarga yang tersebar di 10 kecamatan dan 23 desa. Selain Jembatan Darus, tercatat tiga jembatan lainnya turut terputus, satu masjid roboh, serta 11 rumah mengalami kerusakan ringan.
Sumber: Berita Satu.com
Penulis: Rainila Otek
What's Your Reaction?

