Jalur Tulungagung - Trenggalek via Pagerwojo yang Tertutup Longsor Kini Sudah Dibuka

Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, SH, MH, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun karena proses pembersihan masih berlangsung, diberlakukan buka tutup jalur.

03 Nov 2025 - 20:33
Jalur Tulungagung - Trenggalek via Pagerwojo yang Tertutup Longsor Kini Sudah Dibuka
Warga melintasi jalan Tulungagung-Trenggalek, di Desa Kradinan, pada Senin (3/11/2025) siang, yang sudah mulai terbuka pasca tertimbun material longsor. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Setelah tiga hari tertutup total akibat longsor, jalur utama penghubung Tulungagung-Trenggalek melalui Kecamatan Pagerwojo akhirnya mulai terbuka. Pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, terus dilakukan hingga Senin (3/11/2025) malam.

Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, mengatakan, jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun karena proses pembersihan masih berlangsung, diberlakukan buka tutup jalur.

“Jalan mulai Senin siang sudah mulai terbuka dan bisa dilewati kendaraan," ujar AKP Guruh, Senin (3/11/2025) malam.

Kapolsek menambahkan, proses pembersihan menggunakan alat berat terus dikebut. Hingga Senin malam evakuasi material longsor yang menumpuk di pinggir jalan masih dilakukan.

"Proses pembersihan dilembur hingga malam ini masih berlangsung, mengejar waktu mumpung cuaca cerah,” imbuhnya.

Pembersihan material longsor yang dilakukan sejak Minggu pagi menggunakan satu unit alat berat dan bantuan semprotan air dari petugas Damkar Tulungagung.

Meski demikian, pembersihan belum sepenuhnya rampung. Material longsor yang menutupi badan jalan telah dibersihkan, namun tim gabungan masih mengevakuasi tumpukan tanah dan batu di sisi jalan. 

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Pagerwojo, Yasriyanto, pada Senin siang proses pembersihan material longsor baru tercapai sekitar 50 persen.

"Kalau jalan ini kondisi sekarang sudah bisa dilewati kendaraan roda 4, tapi karena masih dalam pembersihan material otomatis kami tutup lagi, kita alihkan ke jalan alternatif. Pembersihan longsor masih sekitar 50 persen," tuturnya.

Yasriyanto, menjelaskan bahwa longsor di titik tersebut terjadi beberapa kali sejak Jumat lalu, dengan total lima kali kejadian termasuk longsor susulan.

“Longsor pertama terjadi malam Jumat, kemudian susulan hingga malam Minggu. Pembersihan mulai dikerjakan hari Minggu bersama personel Koramil, BPBD, dan warga. Tapi karena hujan turun lagi, longsor lebih besar terjadi pada malam harinya,” terang Yasriyanto.

Selama tiga hari jalan tertutup total, akses dialihkan ke jalan alternatif di atas lokasi longsor. Jalur alternatif tersebut cukup sempit dan hanya bisa dilalui satu kendaraan dalam satu waktu, sehingga warga dan relawan berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas.

“Kalau mau memutar jaraknya sekitar satu kilometer, tapi jalannya naik turun dan sempit, tidak bisa untuk bersimpangan,” kata Yasrianto.

Sementara itu, Sukram, staf BPBD Tulungagung yang terjun langsung di lapangan, menjelaskan bahwa ketebalan material longsor mencapai 1,5 meter dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar tebing yang longsor sekitar 70 meter.

“Kondisi tebing masih rawan longsor jika turun hujan. Saat ini fokus kami membersihkan material di badan jalan agar lalu lintas bisa normal kembali,” ujarnya.

Dengan dibukanya kembali jalur utama ini, diharapkan mobilitas warga dan distribusi barang antar kabupaten bisa kembali normal.

Namun, petugas mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada karena kondisi tebing di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi longsor susulan.

“Insyaallah, untuk pembersihan utama ditargetkan selesai hari ini,” pungkas Sukram. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow