Banjir di Bojonegoro Berangsur Surut, Tinggal 2 Kecamatan Masih Tergenang

Dari total 48 desa di 11 kecamatan yang terdampak luapan air sungai Bengawan Solo, kini tinggal 6 desa di dua kecamatan yang masih terhenang air luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

13 Mar 2024 - 09:15
Banjir di Bojonegoro Berangsur Surut, Tinggal 2 Kecamatan Masih Tergenang
Warga mulai membersihkan sisa lumpur. (Foto: Abrori/SJP)

Kabupaten Bojonegoro, SJP- Dampak meluapnya air sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Kabupaten Bojonegoro sejak meningkatnya elevasi Tinggi Muka Air (TMA) pada Minggu (10/3/2024) petang kemarin telah berangsur surut.

Dari total 48 desa di 11 kecamatan yang terdampak luapan air sungai Bengawan Solo, kini tinggal 6 desa di dua kecamatan yang masih terhenang air luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Laela Noer Aeny mengungkapkan, dua kecamatan yang masih tergenang air yakni Kecamatan Kanor dan Baureno.

"Tinggal dua kecamatan saja yang masih tergenang air," ungkapnya, Rabu (13/3/2024).

Dari sisa dua kecamatan tersebut, yang paling terdampak yakni Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno, dengan jumlah 371 rumah atau kepala keluarga (KK) dengan ketinggian air rata-rata 30 sentimeter hingga 1 meter.

"Dibandingkan desa lain yang masih terdampak, paling banyak di Desa Kadungrejo," lanjut Ani, sapaanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah berupaya hadir ditengah-tengah warga terdampak, salah satu bentuk hadirnya pemerintah setempat yakni dengan mendirikan dapur umum di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno pada Selasa (13/3/2024) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan penanganan kesehatan bagi warga terdampak, baik ketika terjadi luapan hingga psca luapan atau ketika air sudah surut nanti.

"Terkait masalah kesehatan, kami sudah bekerjasama dengan pihak Dinkes Bojonegoro," tandasnya.

Sementara itu beberapa warga tampak mulai membersihkan lumpur sisa endapan banjir yang sudah surut, salah satunya di Kelurahan Ledok Wetan Kecamatan Bojonegoro kota.

"Alhamdulillah sudah surut, mudah-mudahan tidak banjir lagi," pungkas Ninik, warga Ledok Wetan. (*)

Editor : Rizqi ArdianĀ 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow