Atap Salah Satu SD di Jember Jadi Sarang Ular

SDN Suci 05 Jember geger saat beberapa siswa temukan tiga ekor ular bersarang di atap kelas mereka.

29 Nov 2023 - 18:30
Atap Salah Satu SD di Jember Jadi Sarang Ular
Ular Saat Berada di Atap Sekolah SD di kabupaten Jember.(SD 05 Suci For Suaratimpost.com)

Kabupaten Jember SJP --  Beberapa siswa SDN Suci 05 Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember heboh karena melihat beberapa ekor ular di atap kelas mereka. 

Ular-ular tersebut ternyata bersarang di atap ruang kelas 1 karena ditemukan tiga ekor ular dengan ciri warna hitam dan bagian bawah warna putih dengan panjang kurang lebih 3 meter. 

Ular pertama kali diketahui siswa saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu 29 November 2023.

Diduga ular-ular itu bersarang di atap ruang kelas, karena kondisi lembab.

Kondisi atap ruang kelas dari batang kayu itu tampak rapuh dan lapuk.

Bahkan sekitar bulan Juli 2023 lalu, langit-langit ruang kelas itu pernah ambruk saat jam pelajaran.

"Tadi itu waktu jam istirahat, anak-anak kelas 1 mengadu (lapor) ke saya. Bu ada ular. Saya tanya dimana? Katanya ada di kelas. Akhirnya dari laporan itu, dewan guru masuk dan benar ada ular itu. Tapi saat masuk kita kaget, ularnya ada tiga ekor berada di atas atap ruang kelas," kata Kepala SDN Suci 05 Martin Eni Susilowati.

Sebanyak tiga ekor ular itu, katanya, tampak berbisa.

Karena memiliki fisik tubuh berwarna gelap dan bagian bawah putih, dengan panjang masing-masing ular kurang lebih 3 meter.

"Karena kesulitan untuk ditangkap dan demi keamanan anak-anak. Dengan terpaksa proses KBM (kegiatan belajar mengajar) dilakukan di luar kelas. Kita taruh anak-anak untuk belajar di halaman sekolah," katanya.

"Sebanyak 3 ekor ular itu, ada di atap paling atas dua ekor, dan satu lainnya di bagian pinggir. Anak-anak ketakutan tadi. Ular-ular itu ada di ruang kelas satu yang kebetulan beberapa bulan lalu kita laporkan atapnya ambruk karena lapuk dan butuh perbaikan," sambungnya.

Keberadaan ular di atap ruang kelas itu, lanjut Martin, diduga bersarang karena tempatnya yang lembab.

"Mungkin (juga) karena peralihan dari musim panas ke musim hujan. Ular-ular itu muncul. Saya tidak jelas jenisnya apa, ciri-ciri yang saya lihat warna hitam dan bawahnya (bagian perut ular) putih. Mungkin agak berbisa. Munculnya ular itu, tidak tahu darimana. Mungkin setelah kejadian atap ambruk dulu itu dan tidak segera ada perbaikan. Atapnya lembab dan jadi sarang ular itu," ungkapnya.

Terkait kejadian ini, lebih lanjut kata Martin, beberapa hari sebelumnya juga ada yang lapor dari anak-anak siswa kelas 3. 

"Ular itu ada di dalam lemari kelas 3. Tapi karena posisi ada di dalam lemari masih bisa kita amankan," ucapnya.

Lebih lanjut Martin menyampaikan, dengan kejadian ada tiga ekor ular di atap ruang kelas itu ruang kelas 1 dikunci dan ditutup demi keselamatan dan keamanan siswa.

"Hal itu (ruang kelas dikunci) kami lakukan karena posisi ular yang masih ada di dalam ruang kelas. Kami (dewan guru) mau menangkap ularnya juga takut, karena kondisi atap ruang kelas juga lapuk atapnya yang dari kayu itu. Anak-anak selain tadi belajar di halaman, juga kami jadikan satu ruangan dengan siswa kelas lain. Karena kami khawatir ular itu melukai anak-anak," ujarnya.

Terkait kejadian ini pihak sekolah juga mencari nomor petugas Damkar dan Penyelamatan Pemkab Jember. 

Tapi karena lokasi berada di sekitar kaki pegunungan Argopuro. Kata Martin, pihak sekolah akan menghubungi pihak damkar esok hari.

"Sekolah kami kan cukup jauh dari kota, jadi mungkin besok saya hubungi pihak damkar. Tadi juga sudah dapat nomornya. Besok biar juga diperiksa dan dipastikan ularnya masih ada di dalam kelas atau tidak," ucapnya.

"Kejadian ini yang saya tahu pertama kalinya. Dulu ada laporan juga siswa kelas 3, tapi waktu itu satu ekor ular saja. Sekarang ini yang banyak dan mungkin ada sarangnya di atap itu," imbuhnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow