Atap Ruang Kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso Ambruk Diterpa Angin Kencang, Proses Belajar Tetap Berjalan
Atap ruang kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso ambruk akibat angin kencang. BPBD pastikan tak ada korban dan kegiatan belajar sementara dipindah ke musholla. Kepala sekolah berharap bantuan perbaikan segera turun dari Dinas Pendidikan Jawa Timur.
BONDOWOSO, SJP - Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, pada Selasa malam (21/10/2025) mengakibatkan sebagian atap ruang kelas di SMKN 1 Tapen ambruk. Meski tidak ada korban jiwa, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB.
“Kami menerima laporan pada Rabu pagi pukul 08.30 WIB melalui pesan WhatsApp dari pihak sekolah. Berdasarkan asesmen tim di lapangan, angin kencang menyebabkan atap ruang kelas X Kimia Tekstil mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang,” jelas Kristianto, Rabu (22/10/2025).
Pria yang karib disapa Kris ini menyebut, BPBD bersama agen bencana Jawa Timur langsung menurunkan tim Pusdalops dan TRC (Tim Reaksi Cepat) untuk melakukan pendataan dan penilaian kerusakan di lokasi. Ia memastikan, kondisi wilayah Tapen kini sudah aman dan terkendali, serta cuaca di sekitar sekolah terpantau cerah.
“Tidak ada korban jiwa, dan kegiatan di sekolah sudah kembali berjalan. Kami juga sudah melaporkan hasil asesmen ini kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.
Proses Belajar Tetap berjalan
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, menyampaikan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan BPBD Bondowoso dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan pasca kejadian.
“Untuk sementara, kegiatan belajar kami pindahkan ke musala dan beberapa ruang yang masih bisa dipakai, supaya anak-anak tetap bisa belajar seperti biasa,” ujar Mashudi, Kamis (23/10/2025) kepada suarajatimpost.com.
Mashudi berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur dapat segera memberikan bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak, agar proses belajar dapat kembali berjalan normal dan nyaman.
“Kami berharap bantuan dari pemerintah provinsi bisa segera turun, supaya anak-anak bisa belajar di kelas lagi dengan aman dan tenang,” tuturnya.
Seperti diketahui, berdasarkan data BPBD, wilayah Kecamatan Tapen termasuk salah satu daerah yang rawan terdampak cuaca ekstrem, terutama pada periode peralihan musim. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan deras di wilayah Bondowoso bagian timur. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

