Atap Gedung SMKN 1 Tapen Bondowoso yang Ambruk Ternyata Masih Berusia 3 Tahun
Atap ruang kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso ambruk meski baru berusia tiga tahun. Pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar ke ruang darurat sambil menunggu tindak lanjut dan bantuan perbaikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
BONDOWOSO, SJP – Ambruknya atap ruang kelas X Kimia Tekstil SMKN 1 Tapen Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (21/10/2025) lalu, masih mengungkap misteri, apakah benar karena faktor bencana (force majure) atau kontruksi banguan yang lemah.
Seperti dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dugaan awal kejadian tersebut merupakan dampak dari angin kencang, sehingga atap ruang kelas mengalami rusak ringan.
Anehnya, bangunan tersebut ternyata masih berusia 3 tahun dengan kontruksi atap menggunakan baja ringan. Begitu juga plafon yang ambruk juga mengunakan kontruksi baja ringan.
Usia bangunan tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa TImur wilayah Bondowoso dan Situbondo, Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/10/2025).
“Mungkin lebih jelasnya langsung KS (Kepala Sekolah) mas, infonya bangunan tahun 2022,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Pasca kejadian, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Cabang Dinas sifatnya melaporkan kejadian ke Dinas Pendidikan Provinsi Bidang SMK, untuk tindak lanjut menunggu arahan dan petunjuk dari provinsi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bondowoso dan Situbondo, Sutenang Effendi memilih bungkan dan enggan memberikan komentar.
Bahkan, upaya konfirmasi melalui WhatsApp dari media ini, sejak Rabu tanggal 22 Oktober 2025 belum juga dibalas.
Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, menyampaikan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan BPBD Bondowoso dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan pasca kejadian.
“Untuk sementara, kegiatan belajar kami pindahkan ke musala dan beberapa ruang yang masih bisa dipakai, supaya anak-anak tetap bisa belajar seperti biasa,” ujar Mashudi, Kamis (23/10/2025) kepada suarajatimpost.com.
Mashudi berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur dapat segera memberikan bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak, agar proses belajar dapat kembali berjalan normal dan nyaman.
“Kami berharap bantuan dari pemerintah provinsi bisa segera turun, supaya anak-anak bisa belajar di kelas lagi dengan aman dan tenang,” tuturnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

