Angka Pengangguran di Gresik Didominasi Lulusan SMA hingga 49.352 Orang

Kasus pengangguran di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, masih terbilang tinggi mencapai 49.352 orang. Pengangguran tersebut didominasi lulusan SMA

05 Jun 2025 - 18:39
Angka Pengangguran di Gresik Didominasi Lulusan SMA hingga 49.352 Orang
Foto: Kantor Disnaker Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Banyaknya industri di Kabupaten Gresik rupanya belum mampu mengentaskan masalah pengangguran warganya. Jumlah angka pengangguran terbuka Kabupaten Gresik masih cukup tinggi, yaitu 49.352 orang. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka itu didominasi lulusan SMA sebanyak 32.801 orang; lulusan SMP sebanyak 7.107 orang; dan strata-1 sebanyak 6.372 orang.

Adapun jumlah sesuai dengan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) ada hampir 2.000 perusahaan. Mulai usaha kecil, menengah, hingga perusahaan besar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Zainul Arifin mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat jumlah pengangguran masih signifikan. Salah satunya upah minimum kerja (UMK) tinggi.

"Karena UMK itu akan banyak membuat tingginya persaingan kerja," kata Zainul, Kamis (5/6/2025).

Zainul menjelaskan, dibandingkan daerah-daerah lainnya, Kabupaten Gresik masuk dalam kategori UMK tertinggi kedua setelah Surabaya sebesar Rp4.874.133. Ia menyebut, beberapa daerah terdekat berbondong-bondong ke Kabupaten Gresik untuk mencari pekerjaan. 

Lanjut dia, beberapa perusahaan besar yang ada di Gresik merupakan padat modal, bukan padat karya. Walaupun investasinya tinggi, para perusahaan tersebut menerapkan minim tenaga kerja. 

"Jadi tenaga kerja yang dipilih ialah yang kompeten dibidangnya," jelasnya. 

Selain dalam bidang Industri, pihaknya juga menyebut berbagai bidang lainnya yang seharusnya bisa diisi untuk pengentasan masalah pengangguran seperti pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya. 

"Jadi tidak hanya industrial saja," pungkasnya. 

Pelatihan Bagi Warga Asli Kabupaten Gresik 

Disnaker Kabupaten Gresik menyebut sudah berupaya melakukan pelatihan guna meningkatkan skil khusus bagi warganya. Namun dengan angka pengangguran sebesar itu secara pendanaan mereka akui tidak cukup. 

Solusinya, Zainul harus menggandeng pendanaan lain seperti corporate social responsibility (CSR) perusahaan atau pokir anggota dewan agar lebih bermanfaat dan tepat sasaran. 

Selama satu tahun, ada sekitar 20 pelatihan yang digelar Disnaker Gresik dengan total 400 peserta.

"Perusahaan-perusahaan saya imbau untuk membuat pelatihan bagi warga sekitarnya agar lebih dirasakan manfaat, akan adanya perusahaan. Tetapi koordinasi dengan Disnaker agar tercatat berapa banyak masyarakat yang sudah dilatih," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow