Alokasi DBHCHT untuk RSUD Lawang Malang Tahun ini Tembus Rp10 Miliar

RSUD Lawang Kabupaten Malang menerima alokasi DBHCHT 2025 sebesar Rp10 miliar, naik tajam dari tahun sebelumnya. Anggaran difokuskan untuk pengadaan dan pemeliharaan alat penunjang medik.

05 Jun 2025 - 21:32
Alokasi DBHCHT untuk RSUD Lawang Malang Tahun ini Tembus Rp10 Miliar
Dirut RSUD Lawang dr Nur Rochmah MMRS bersama Kabid Komunikasi Diskominfo Kabupaten Malang Iwan Heri Kristanto saat konferensi pers DBHCHT 2025, Kamis (5/6/2025) (doc. Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Kepercayaan terhadap layanan RSUD Lawang terus meningkat. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu tahun ini mendapat alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Rp10 miliar. Angka itu jauh lebih tinggi dari alokasi tahun 2024 yang hanya Rp6,2 miliar. 

Direktur RSUD Lawang, dr Nur Rochmah MMRS, menyebut kenaikan alokasi ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan komitmen RSUD Lawang dalam meningkatkan layanan kesehatan berbasis fasilitas modern dan kebutuhan pasien.

“Tahun 2025 ini kita mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar Rp10.067.434.088. Jumlah ini naik cukup signifikan dibanding tahun lalu, yang kita terima hanya Rp6,2 miliar. Ini akan kita maksimalkan untuk pengadaan dan pemeliharaan alat penunjang medik,” ujar dr Nur Rochmah saat sosialisasi DBHCHT di aula RSUD Lawang, Kamis (5/6/2025).

Tahun ini, alokasi DBHCHT untuk RSUD Lawang akan difokuskan pada dua sub-kegiatan: pengadaan 25 unit/set alat penunjang medik baru dan pemeliharaan rutin terhadap puluhan unit alat yang sudah ada.

Beberapa alat penunjang baru akan memperkuat layanan di UGD, poli gigi, poli THT, poli rehabilitasi medik, hingga ruang neonatal intensive care unit (NICU) dan kamar operasi.

Pengadaan ventilator bayi di ruang NICU, misalnya, sangat vital dalam menunjang perawatan intensif bagi bayi baru lahir yang mengalami gangguan pernapasan atau lahir prematur.

Kenaikan alokasi DBHCHT ini selaras dengan penguatan infrastruktur dan SDM rumah sakit. Sejak 2024, RSUD yang terakreditasi paripurna atau tertinggi ini membuka layanan baru, seperti poli bedah saraf, sehingga masyarakat tak lagi perlu dirujuk ke RSSA. 

“Dengan semakin lengkapnya dokter spesialis yang kita miliki, kita juga harus punya dukungan alat yang sepadan,” imbuhnya.

Sebagai catatan, pada 2024, RSUD Lawang menerima DBHCHT sebesar Rp6.273.623.206 yang digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial, utamanya peningkatan sarana dan prasarana layanan kesehatan. 

Saat itu, fokus rumah sakit adalah memperbaiki kualitas fasilitas serta pemenuhan alat medis agar pelayanan terhadap pasien menjadi lebih prima.

Kini, dengan dukungan anggaran yang lebih besar, RSUD tipe C ini tak hanya membenahi fasilitas, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kesehatan yang bisa ditangani secara mandiri.

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Iwan Heri Kristanto, menyebut total alokasi DBHCHT 2025 untuk bidang kesehatan di Kabupaten Malang mencapai Rp96,3 miliar dari total Rp158,9 miliar. Dari jumlah itu, RSUD Lawang mengelola sekitar Rp10 miliar.

“Publik bisa mengawal pelaksanaan program ini. Komitmen RSUD Lawang patut diapresiasi karena peningkatan anggaran harus dibarengi dengan peningkatan mutu layanan,” ujarnya. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow