Algoritma TikTok dan Transformasi Bahasa: Membaca Tren Linguistik Era Media Sosial

Algoritma TikTok memengaruhi sejauh mana konten dengan bahasa tertentu menjadi populer dan telah memetakan bahasa ke dalam bentuk yang lebih dinamis.

08 Oct 2023 - 12:45
Algoritma TikTok dan Transformasi Bahasa: Membaca Tren Linguistik Era Media Sosial
Semakin masifnya penggunaan Tiktok dewasa ini, ternyata pengaruh algoritma begitu besar dalam mempengaruhi transformasi bahasa dalam kehidupan sosial masyarakat. Minggu, (8/10/2023) (Fadhil for SJP)

Oleh: Muhamad Fadhiil / Anggota BKT LPM IS Bumantara / Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Kota Malang, SJP - Dalam era disrupsi digital yang kita alami saat ini, penggunaan teknologi, terutama media sosial, telah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. 

Perubahan besar terjadi dalam cara kita berkomunikasi, bekerja, berbelanja, bahkan bersosialisasi, dan media sosial adalah pendorong utama di balik perubahan-perubahan ini.

Salah satu media yang saat ini sering digunakan adalah media dengan perubahan konten yang cepat, yaitu Tiktok.

Tiktok telah memunculkan perdebatan menarik tentang peran algoritma.  

Saya melihat bahwa algoritma Tiktok bukan hanya sekadar serangkaian kode kompleks, melainkan sebagai sebuah kekuatan yang dapat ‘meresapi’ kita, merajut jejak digital yang mencerminkan evolusi budaya kita.

Tidak ada keraguan bahwa algoritma Tiktok memiliki kemampuan luar biasa dalam mengenali tren bahasa yang dinamis. 

Dalam setiap video yang muncul, saya melihat pertemuan antara bahasa dan budaya, dimana kata-kata yang dulunya eksklusif hanya di lingkungan tertentu, sekarang dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja. 

Ini adalah contoh contoh nyata terhadap bagaimana tekhnologi memupuk keberagaman bahasa dan interaksi di dalamnya.

Bahasa pada dasarnya merupakan alat atau media komunikasi, tetapi fungsinya tidak berhenti sampai disitu, bahasa bahkan dapat mengubah dan mengkonstruksi keadaan. 

Algoritma TikTok memengaruhi sejauh mana konten dengan bahasa tertentu menjadi populer dan telah memetakan bahasa ke dalam bentuk yang lebih dinamis.

Kata-kata, aksen, dan frase yang menarik bagi algoritma cenderung mendapatkan lebih banyak visibilitas, mempengaruhi cara bahasa digunakan dan dipahami oleh pengguna TikTok.

Secara keseluruhan, TikTok menciptakan ruang di mana bahasa dan linguistik tidak hanya dipelajari, tetapi juga ditemukan, dikembangkan, dan dirayakan. 

Ini adalah contoh nyata bagaimana platform media sosial dapat memengaruhi dinamika bahasa dan interaksi sosial dalam masyarakat digital yang terus berkembang.

Kita menyaksikan lahirnya dialek-dialek digital dimana para pengguna menggabungkan kata-kata dan frasa dengan cara yang kreatif dan inovatif, menciptakan varian-varian baru yang hanya ditemukan di Tiktok. 

Salah satu contoh yang saya ambil adalah fenomena kata “gwenchana” yang akhir akhir ini sedang ramai di Tiktok.

Dalam konten di Tiktok yang sering muncul di FYP, “gwenchana” sering diartikan dan dikaitkan dengan hal yang merujuk kepada kesedihan. 

Namun ketika kita merujuk dari Naver Dictionary, arti sebenarnya dari “gwenchana” adalah “tidak apa-apa”.

Dialek atau kata yang viral ini mencerminkan realitas dan pengalaman pengguna, yang pada gilirannya fenomena algoritma Tiktok ini dapat mengubah bagaimana kita memahami dan mendefinisikan bahasa.

Pada media sosial Tiktok, pengguna dapat menyatukan kata-kata dengan gambar, musik, dan gerakan.

Respon algoritma terhadap kombinasi visual dan verbal ini dapat menciptakan pengalaman yang memperdalam pemahaman serta penafsiran terhadap kata-kata.

Bahasa tidak lagi terbatas pada simbol-simbol di layer, “ia” memasuki setiap elemen video, membawa bahasa kepada dimensi baru.

Pengaruh algoritma Tiktok telah melampaui batas bahasa, meretas batasan-batasan budaya dan membuka pintu bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang keberagaman, sehingga hal ini akan bisa menciptakan identitas baru yang menggabungkan elemen-elemen dari tradisi dan norma.

Namun dengan semua inovasi dari algoritma Tiktok yang lebih mengutamakan popularitas dan interaksi ini, seringkali memunculkan pertanyaan tentang kebenaran dan keaslian.

Apakah kita merubah identitas untuk mendapatkan perhatian? Apakah bahasa populer di media sosial mencerminkan nilai dan norma kita secara sebenarnya.

Tiktok dalam membentuk bahasa dan budaya adalah fenomena yang tidak bisa diabaikan.

Ini adalah peta navigasi yang mengarahkan jejak digital kita yang mencerminkan bagaimana manusia berkomunikasi dan mengidentifikasi diri mereka.

Dalam dunia yang sekarang, sangat mungkin dipandu oleh algoritma, penting bagi kita untuk mempertahankan nilai-nilai keaslian, keberagaman, dan etika dalam ekspresi bahasa kita.

Dengan memahami kekuatan dan tantangan yang terlibat, kita dapat meraih manfaat dari penciptaan ulang bahasa dan budaya yang terus berlanjut di era digital ini.

Disclaimer : Segala isi di rubrik OPINI, baik berupa teks, foto, maupun gambar merupakan pendapat pribadi penulis dan segala konsekuensi bukan menjadi tanggung jawab redaksi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow