Aksi Begal Payudara di Bondowoso Terjadi Lagi, Pelaku Beraksi di Lampu Merah Perempatan Pengairan
Pelaku nekat melancarkan aksinya di lampu merah. Diduga ciri-ciri pelaku masih remaja mengendarai Honda Vario Hitam berpakaian warna abu-abu.
BONDOWOSO, SJP – Kaum hawa di Bondowoso yang berkendara pada malam hari, harus berhati-hati. Karena, tidak hanya di jalanan pinggiran kota saja, saat ini jalan di wilayah kota pun rawan tindakan pelecehan dengan modus begal payudara.
Meski beberapa waktu lalu polisi telah mengamankan salah seorang pelaku begal payudara yang beraksi di Kecamatan Tapen, nampaknya, aksi nekat para lelaki hidung belang ini, kian marak di Bondowoso.
Penangkapan pelaku begal di Tapen, bukannya memberikan efek jera kepada para pelaku begal payudara, justru kian menambah catatan pelecehan seksual kepada kaum hawa yang mengendarai sepeda motor di malam hari.
Sebelumnya, begal pantat juga terjadi di wilayah Jalan Mastrip, tepatnya di Desa Sukowiryo – Pancoran. Jalanan yang sepi dan minim lampu penerangan, memudahkan para pelaku aksi begal area sensitif wanita itu, melancarkan aksinya.
Yang terbaru terjadi di wilahah perkotaan. Tepatnya di lampu merah perempatan Pengairan Kelurahan Dabasah. Aksi pelecehan tersebut menimpa salah seorang wanita pada Minggu (25/5/2025) malam, sekira pukul 23.30 WIB.
Salah seorang keluarga korban, Ilahiyah, warga Kecamatan Curahdami, menjelaskan jika adiknya menjadi korban begal payudara yang diduga dilakukan oleh remaja di sekitaran Jalan Ahmad Yani, tepat di lampu merah Pengairan.
“Pelakunya diduga anak pelajar SMA. Soalnya muda sekali, saat itu saya sempat melihat wajahnya," ungkapnya saat dikonfirmasi, pada Senin (26/5/2025).
Saat itu juga, dirinya langsung menggeber motornya untuk mengejar pelaku yang mengendarai Honda Vario warna hitam, dengan mengenakan baju berwarna abu-abu. Sayangnya, pengejarannya tidak membuahkan hasil.
“Kami kejar untuk melihat pelat nomor polisinya. Tapi pelaku begitu cepat, kami tak bisa mengejarnya,” terangnya.
Kronologi Kejadian
Warga Kecamatan Curahdami ini menceritakan awal mula terjadinya pelecehan kepada saudara perempuannya di perempatan Pengairan Jalan Ahmad Yani.
Ia menjelaskan kejadian ini bermula saat dirinya baru saja pulang mengikuti pengajian di Desa Dawuhan, Kecamatan Grujugan.
Saat melintas di Jalan Mastrip, tepatnya di depan Kantor BPBD, dirinya diikuti oleh pria bersepeda motor.
Namun, korban yang berboncengan dengan sepupunya mengaku tak curiga. Karena yang bersangkutan berpakaian rapi dan masih sangat remaja. Suasana jalanan memang sangat sepi.
"Tapi di lampu merah Pengairan, tiba-tiba pelaku meremas payudara adik saya. Kita kejar untuk liat Nopolnya, tapi sampai ke pertigaan RSUD dr H Koesnadi, kita kehilangan jejak," urainya.
Sampai saat ini, dirinya memang belum melaporkan kejadian itu ke polisi. Namun, dirinya berharap para pengendara wanita lebih berhati-hati saat berkendara di malam hari, apalagi saat jalanan sepi.
"Tolong hati-hati. Agar tidak ada korban lagi, dan tidak jadi kebiasaan pelakunya," pesannya.
Dirinya mengaku trauma keluar malam karena jalanan sudah tidak aman lagi. Padahal, saat berkendara pun, Illahiyah dan adiknya mengenakan baju gamis dan jaket tebal.
"Sejak kejadian itu, kami trauma keluar malam. Apalagi adik saya masih di bawah umur pasti mentalnya down banget. Mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

