Abon Kluwih Probolinggo: Inovasi Pangan yang Menjawab Kebutuhan Vegetarian

Dengan dukungan teknologi dan potensi pasar yang besar, Abon Nabati Kluwih siap menjadi produk unggulan berbasis sumber daya lokal. Inovasi ini tidak hanya mendukung ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat gerakan zero waste dan pemberdayaan masyarakat.

08 Aug 2025 - 08:16
Abon Kluwih Probolinggo: Inovasi Pangan yang Menjawab Kebutuhan Vegetarian
Produk abon nabati kluwih hasil kreasi kelompok usaha atau mitra di Dusun Ibrak, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo (Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO , SJP — Buah kluwih (Artocarpus camansi), yang sering disamakan dengan sukun atau nangka, telah menjadi bahan dasar yang inovatif untuk pembuatan abon nabati.

Selain mendukung konsep zero waste, penggunaan kluwih sebagai abon juga menjadi solusi bagi para vegetarian yang mencari sumber protein nabati.

Usaha ini telah berkembang selama 10 tahun terakhir oleh kelompok usaha atau mitra di Dusun Ibrak, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dari awalnya memproduksi abon hewani seperti sapi dan ayam, mitra sasaran kemudian beralih ke abon nabati berbahan dasar kluwih, setelah melihat tingginya permintaan dari masyarakat Probolinggo, terutama dari kalangan vegetarian.

Produk ini menjadi satu-satunya di Probolinggo dan telah mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir.

"Banyak konsumen vegetarian yang mencari alternatif abon tanpa bahan hewani. Abon kluwih tidak hanya memiliki rasa yang unik, tetapi juga kaya serat, karbohidrat, dan protein," ujar salah satu perwakilan mitra, Muhammad Nurul Fathony, Jumat (8/8/2025).

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, mitra sasaran mendapatkan bantuan dua mesin teknologi tepat guna dari Universitas Panca Marga dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Mesin-mesin tersebut, yaitu Mesin Penyuir Modern dan Mesin Penggoreng Otomatis, telah membantu mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi.

Guna meluaskan pangsa pasarnya, ekspansi pasar juga telah ia lakukan, dimulai dari kerja sama dengan jaringan ritel besar seperti Indomaret dan Carrefour.

Saat ini, produk Abon Nabati Kluwih masih dipasarkan di berbagai swalayan di Jawa Timur, termasuk pusat oleh-oleh terkenal di daerah tersebut.

Meski sudah memiliki jalur pemasaran yang baik, mitra menyadari bahwa mereka masih memerlukan pelatihan manajemen usaha untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis.

Karyawan-karyawan mereka mayoritas berasal dari warga sekitar, sehingga diperlukan peningkatan keterampilan operasional dan manajerial.

Dengan dukungan teknologi dan potensi pasar yang besar, Abon Nabati Kluwih siap menjadi produk unggulan berbasis sumber daya lokal.

Inovasi ini tidak hanya mendukung ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat gerakan zero waste dan pemberdayaan masyarakat.

"Harapannya Abon Nabati Kluwih ini nantinya juga turut andil dalam meningkatkan sektor pendapatan masyarakat sekitar," pungkasnya.

Dengan demikian, Abon Nabati Kluwih menawarkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan dalam industri pangan nabati, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow