Berawal dari DM Instagram, Anak di Gresik Jadi Korban Pelecehan Seksual

Berawal dari sapaan di Direct Message (DM) Instagram, pelaku menggiring korban ke aplikasi WhatsApp untuk melakukan pengancaman video call bermuatan tidak senonoh.

22 Apr 2026 - 15:30
Berawal dari DM Instagram, Anak di Gresik Jadi Korban Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: Tiwanda/SJP)

GRESIK, SJP — Modus pelecehan seksual digital kini menghantui anak-anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berawal dari sapaan melalui fitur pesan langsung (Direct Message/DM) di Instagram, pelaku menggiring korban ke aplikasi WhatsApp untuk melakukan pengancaman serta panggilan video (video call) bermuatan asusila.

Atas kejadian tersebut, sejumlah korban melapor ke Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa modus pelecehan seksual yang berawal dari DM Instagram tersebut berlanjut ke percakapan WhatsApp. Setelah korban memberikan kepercayaan, pelaku meminta foto pribadi dan mengajak melakukan panggilan video.

"Kemudian menggunakan ancaman seperti meminta uang atau mengancam menyebarkan konten untuk menekan korban," kata Titik, Rabu (22/4/2026).

Titik menerangkan, pelecehan seksual melalui ruang digital ini juga menyasar perempuan dewasa.

Ia mengungkapkan, korban perempuan dewasa kerap berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi kencan hingga berlanjut ke WhatsApp. 

Pelaku membangun kepercayaan, kemudian mengajak melakukan panggilan video dan meminta korban melakukan tindakan tidak senonoh.

"Tanpa persetujuan korban, percakapan tersebut direkam dan selanjutnya digunakan sebagai alat ancaman untuk menekan korban," jelasnya.

Dinas KBPPPA Gresik mencatat terdapat belasan laporan kasus kekerasan seksual di ruang digital dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Tidak hanya perempuan, laporan kasus pelecehan ini juga menimpa korban laki-laki.

Pihaknya pun membuka kanal aduan terkait kekerasan seksual di ruang digital dan mengajak korban untuk berani melapor ke layanan 112 atau kanal resmi Dinas KBPPPA Gresik.

"Sementara di tahun 2026, ada laporan satu anak perempuan di Januari dan Maret juga ada laporan satu anak perempuan," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow