12 OPD Dijabat Plt, Pemkab Bondowoso Segera Gelar Open Bidding
Pemkab Bondowoso masih belum bisa menentukan apakah terlebih dahulu menggelar open bidding atau mutasi untuk mengisi kekosongan jabatan
BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso masih kekurangan human resource atau sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan jabatan administrator.
"Saat ini kita masih kekurangan 12 kepala definitif organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk posisi Sekda definitif dan 24 jabatan administrator," ungkap Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, Selasa (11/3/2025).
Menurut pria yang memiliki gelar Magister Filsafat Islam ini, pihaknya tidak bisa serta merta langsung mengisi kekosongan kepala definitif di setiap OPD dan jabatan administrator di lingkungan Pemkab Bondowoso ini.
Dia menginginkan, kabupaten yang pernah mendeklarasikan diri sebagai republik kopi ini menjadi daerah yang maju sesuai tagline bupati dan wakil bupati yang baru, yakni, 'Bondowoso Berkah'.
"Maka dari itu, kita perlu melakukan asesmen. Karena kita menginginkan the right man in the right place. Butuh penilaian-penilaian untuk itu, agar sesuai dengan kebutuhan daerah," jlentrehnya.
Melihat posisinya sebagai pembantu bupati, Fathur Rozi mengaku saat ini dirinya berusaha semaksimal mungkin melakukan percepatan penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa optimal.
Namun, dirinya belum bisa memastikan akan terlebih dahulu melakukan mutasi atau melaksanakan open bidding untuk posisi OPD yang belum memiliki pimpinan definitif serta kekosongan pada jabatan administrator.
"Kami juga masih merumuskan formula untuk percepatan ini. Selain itu, juga harus melihat secara komprehensif aturan tentang mutasi dan open bidding ini agar tak menabrak aturan yang berlaku," jelasnya.
Disinggung apakah dirinya juga akan mengikuti open bidding pada posisi JPT Pratama di Kabupaten Bondowoso, dia berkilah jika tidak menginginkan hal tersebut. Kecuali ada permintaan dari bupati.
"Itu diskusi internal," kelakar pria yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo ini seraya tertawa. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

