Warga Jombang Sulap Limbah Bulu Ayam Jadi Kostum Karnaval Bernilai Jutaan

Warga Jombang menyulap limbah bulu ayam jadi kostum karnaval HUT RI bernilai jutaan rupiah. Kreativitas ini tak hanya menghasilkan cuan, tapi juga bentuk kepedulian lingkungan.

03 Aug 2025 - 22:42
Warga Jombang Sulap Limbah Bulu Ayam Jadi Kostum Karnaval Bernilai Jutaan
Perajin kostum karnaval, Hari Suciono (35), warga Desa Pangkulan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mencoba kostum hasil karyanya. (Foto: Beritasatu.com/SJP)

JOMBANG, SJP – Menjelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, semangat merah putih tak hanya dirayakan lewat umbul-umbul dan lomba, tapi juga lewat kreativitas yang luar biasa.

Seperti yang dilakukan oleh Hari Suciono (35), warga Desa Pangkulan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Ia berhasil menyulap limbah bulu ayam menjadi kostum karnaval yang estetik dan bernilai tinggi.

Berawal dari iseng-iseng membuat aksesori dari bahan seadanya untuk warga sekitar, kini tangan terampil Hari justru jadi penyambung harapan.

Kostum karnaval hasil karyanya tidak hanya unik, tapi juga punya nilai jual yang tak main-main, harganya bisa tembus jutaan rupiah, lho.

“Awalnya saya bikin kostum adat Dayak dari bulu ayam, busa spon, sama biji-bijian yang saya cari di sekitar lereng Gunung Anjasmoro. Ternyata banyak yang suka dan tertarik,” ujar Hari, Ahad (3/8/2025).

Permintaan pun terus mengalir, apalagi menjelang Agustusan seperti sekarang. Hari bahkan kewalahan menerima pesanan kostum mulai dari tema adat, reog, hingga maskot kerajaan. Omzetnya? Bisa tembus puluhan juta rupiah per bulan!

Untuk kostum sewa, tarifnya berkisar Rp200 ribu sampai Rp1 juta tergantung desain. Kalau beli, harganya mulai dari Rp500 ribu dan bisa lebih dari Rp1 juta, tergantung tingkat kerumitannya.

Proses pembuatannya juga nggak instan. Satu kostum bisa memakan waktu dari tiga hari sampai lebih dari sebulan. Semuanya dikerjakan manual, dari desain, potong spon, lem bagian-bagian, cat, sampai tempel bulu dan biji-bijian. Semua dilakukan penuh dedikasi.

Yang menarik, semua bahan baku utama, termasuk bulu ayam, diambil dari limbah yang sebelumnya dibuang begitu saja. Ini bukan cuma soal seni, tapi juga bentuk kepedulian lingkungan.

Kini, hasil karya Hari tak hanya dikenal di Jombang, tapi juga dipesan dari Mojokerto, Gresik, sampai Sidoarjo. Dibantu pamannya, usaha ini jadi bukti bahwa kreativitas lokal bisa punya dampak nasional.

Dan siapa sangka, limbah bulu ayam yang dianggap tak berguna, kini jadi simbol perayaan kemerdekaan yang estetik dan bernilai tinggi. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow