Wamentan RI Hadiri Pelepasan SK Varietas Tebu Pringu di Blitar

Pelepasan varietas Tebu Pringu 1201 khas Bululawang Kabupaten Malang oleh Wamentan RI di Blitar kali ini mampu bawa manfaat signifikan bagi sektor perkebunan tebu di Jawa Timur, bahkan Indonesia.

21 Nov 2023 - 21:15
Wamentan RI Hadiri Pelepasan SK Varietas Tebu Pringu di Blitar
)Penyerahan SK pelepasan varietas tebu Pringu 1201 milik Pemkab Malang oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolby di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Selasa 21/11/2023 siang.

Blitar, SJP — Bupati Malang, HM Sanusi, terima penyerahan SK pelepasan varietas tebu Pringu 1201 milik Pemkab Malang oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolby di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Selasa 21/11/2023 siang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang patut bangga atas temuan varietas tebu dengan ciri tinggi pohon 2 meter dari Desa Pringu, Kecamatan Bululawang.

Varietas ini digadang-gadang miliki potensi rendemen mencapai 11,96 persen - 12,48 persen serta hasilkan produksi 900-1.069 KU/Ha.

Sanusi yang juga pernah menjadi petani tebu mengatakan, bahwa pelepasan varietas Pringu 1201 sebagai varietas unggul lokal Kabupaten Malang masih menjadi milik masyarakat. 

Hal ini jadi perhatian Kementerian Pertanian, serta atensi Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, BRIN, BBPPTP Surabaya, PT. PG Rajawali I Surabaya, dan juga PG Krebet Baru, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga SK pelepasan Varietas Tebu Pringu 1201 ini dapat ditetapkan. 

Harapannya, dengan dilepasnya Varietas Tebu Pringu 1201 di Blitar kali ini mampu bawa manfaat signifikan bagi sektor perkebunan tebu di Jawa Timurm bahkan Indonesia. 

Sanusi optimisitis, bahwa hal tersebut berkontribusi pada peningkatan produksi gula, yang tentunya sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional. 

Tak lupa Sanusi ucapkan terimakasih pada Wamentan yang telah mengapresiasi atas jerih payah petani tebu Kabupaten Malang. 

''Terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga kami dapat hadir di tempat ini bersilahturahmi dengan Pak Wakil Menteri Pertanian ke wilayah Jawa Timur, dan kepada Pemkab Blitar yang mana pada hari ini akan menyerahkan SK Pelepasan Varietas Tebu Pringu 1201," ucap Sanusi kala memberikan sambutan.

Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, merupakan wilayah penghasil tebu terbesar di Jawa Timur. 

Sekitar 20 juta kwintal tebu per tahun yang digiling pada dua pabrik gula peninggalan Belanda di Kabupaten Malang. 

Dalam kesempatan ini, Sanusi berbagi pengalaman kepada Wamentan karena sejak kecil dirinya sudah jadi petani tebu. 

Ia menyadari bahwa sampai hari ini para petani masih mengharapkan regulasi baru guna meningkatkan penghasilan.

Sebab ia tahu sebenarnya produktivitas sudah mampu menutupinya, namun rendemen sejak zaman Belanda masih tetap di angka 7. 

Meskipun tahun 2015, sejarah salah satu pabrik gula di Kabupaten Malang dapat 12 rendemen, sayangnya hanya di tahun itu saja, yang kemudian sudah kembali turun lagi hingga sekarang.

''Rata-rata di Indonesia seperti itu, tidak tahu kenapa? Di tahun 2015 itu, juga ada penelitian tebu Kabupaten Malang, tebu Kabupaten Malang tiap bulan mengambil rata-rata rendemennya 12. Mungkin potensi rendemen tebu di Blitar juga seperti itu," tandasnya.

Sanusi juga berharap, bukan hanya varietas yang diperbaiki, namun untuk penambahan pabrik gula juga diupayakan sehingga muncul regulasi dari pemerintah untuk diganti yang baru di tahun mendatang.

"Di Blitar sudah ada pabrik gula yang baru, sepertinya juga lebih bagus, sehingga banyak tebu dari Malang dibawa ke Blitar. Pabrik baru ini mesti lebih bagus, ibarat gigi, giginya masih kuat sehingga marahnya 100%, barangkali hal ini bisa menjadi kajian Pak Wamen ke depan untuk meningkatkan petani tebu yang selama ini memang menjadi ujung tombak nasional," tuturnya.

Tak lupa Sanusi kenalkan bahwa nama varietas Pringu berasal atau dari nama sebuah desa di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. 

Selain itu, Sanusi mengaku, jika Kabupaten Malang dan Jawa Timur sangat dukung program swasembada gula nasional sebagai wujud tingkatkan produktivitas secara menyeluruh, baik dari rekayasa fisiologis pertanaman tebu, maupun optimalisasi fase pertumbuhan tanaman, untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen yang optimal. 

Dalam upayanya Pemkab Malang tengah berusaha melanjutkan langkah-langkah strategis, baik melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT. Pabrik Gula (PG) Rajawali I melalui PG. Krebet Baru, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), juga Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. 

Data mengurai kerja sama tersebut adalah menguji dan meneliti varietas unggul lokal Pringu 1201 sebagai varietas penyeimbang dalam penataan varietas. 

Berdasarkan hasil uji dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa Varietas ini memiliki keunggulan sebagai berikut: 

‌Kategori varietas masak awal, varietas memiliki potensi produksi 900-1.069 KU/Ha dengan potensi rendemen mencapai 11,96 persen 12,48 persen, 

‌Kadar sabut mencapai 13,14 persen dimana varietas ini sangat cocok dikembangkan pada tipologi tanah regosol, aluvial, dan laktosol, baik sawah, perkebunan (tegalan) tentunya dengan irigasi yang ideal.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Blitar Ir. M Krisna Triatmanto serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang Blitar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. (*)

editor: trisukma.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow