Wali Kota Batu Tekankan Efisiensi dan Prioritas, Program Strategis 2027 Difokuskan ke Dampak Nyata Pada Masyarakat

Secara keseluruhan, arah kebijakan pembangunan Kota Batu tahun 2027 menegaskan pergeseran dari sekadar ekspansi program menuju penguatan kualitas dan dampak nyata di masyarakat. Meskipun berasa dalam keterbatasan fiskal namun tetap memprioritaskan sektor fundamental seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang kolaborasi pembiayaan melalui skema alternatif.

17 Mar 2026 - 18:19
Wali Kota Batu Tekankan Efisiensi dan Prioritas, Program Strategis 2027 Difokuskan ke Dampak Nyata Pada Masyarakat
Wali Kota Batu Nurochman (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mulai mengarahkan strategi pembangunan tahun anggaran 2027 dengan pendekatan yang lebih selektif dan berorientasi dampak.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan, keterbatasan fiskal akibat penyesuaian dana transfer pusat membuat pemerintah harus cermat dalam menentukan prioritas.

Diwawancarai pada Selasa (17/3/2026), orang nomor satu di Kota Batu tersebut menguraikan 2027 bukan sekadar kelanjutan program, tetapi momentum memastikan setiap anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.

“Kita tidak lagi bicara hanya soal banyaknya program, tapi seberapa besar dampaknya. Dengan kondisi fiskal yang ada, semua harus tepat sasaran dan terukur,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa sisa kemampuan anggaran yang diproyeksikan sekitar Rp387,5 miliar akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Di bidang pendidikan, Pemkot memastikan keberlanjutan Program Seribu Sarjana tetap menjadi prioritas. Nurochman menilai peningkatan kuota penerima manfaat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.

“SDM ini fondasi. Kita siapkan generasi ke depan dengan akses pendidikan yang lebih luas. Itu yang akan menentukan daya saing Kota Batu ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, sektor kesehatan akan diarahkan pada pemerataan layanan dasar. Pembangunan fasilitas puskesmas serta pemenuhan sarana pendukung di desa dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang harus diselesaikan.

“Pelayanan kesehatan tidak boleh timpang. Semua warga harus punya akses yang sama, baik di kota maupun desa,” katanya.

Di sisi lain, Nurochman juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi daerah melalui pembenahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menyebut, peran BUMD ke depan harus lebih konkret dalam menggerakkan sektor UMKM, pertanian, hingga pariwisata.

“BUMD tidak boleh hanya berjalan biasa. Harus jadi motor penggerak ekonomi lokal, memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Untuk proyek berskala besar seperti Mal UMKM dan Spiritual Botanical Garden, Pemkot memilih tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menjadi opsi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan tanpa membebani anggaran daerah.

“Kita harus adaptif. Kalau bisa dikerjakan dengan kolaborasi, kenapa tidak. Yang penting proyek tetap jalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam perencanaan 2027, khususnya percepatan pengelolaan sampah terpadu dan penguatan infrastruktur ramah lingkungan.

“Intinya sederhana, program harus terasa manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang kita jaga di 2027 dengan landasan pemerataan serta berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow