Wabup Bondowoso Pimpin Entry Meeting BPK: Komitmen Tekan Angka TBC
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penugasan BPK RI dalam menilai sejauh mana efektivitas kinerja pemerintah daerah mendukung program nasional eliminasi TBC.
BONDOWOSO, SJP – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, memimpin jalannya entry meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur di Wisma Wakil Bupati, Rabu (3/9/2025).
Pertemuan ini menandai dimulainya pemeriksaan kinerja pendahuluan terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Bondowoso.
Pemeriksaan akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 2 hingga 26 September 2025, dengan fokus pada efektivitas program penanganan TBC.
Turut hadir Sekretaris Daerah Bondowoso, Asisten Sekda, Inspektur Kabupaten, pimpinan perangkat daerah terkait, Direktur RSUD, serta perwakilan kepala puskesmas se-Kabupaten Bondowoso.
Dari BPK RI Perwakilan Jawa Timur, hadir langsung tim pemeriksa yang dipimpin Pengendali Teknis, Yuliana Wardani.
Wabup As’ad Yahya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi peluang besar untuk memperkuat akuntabilitas dan efektivitas program kesehatan, khususnya penanganan TBC.
“Kami berharap melalui pemeriksaan ini muncul masukan konstruktif untuk memperbaiki dan menguatkan sistem penanggulangan TBC. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen penuh menekan angka TBC dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pengendali Teknis BPK Jatim, Yuliana Wardani, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari penugasan BPK RI dalam menilai sejauh mana efektivitas kinerja pemerintah daerah mendukung program nasional eliminasi TBC.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar pemeriksaan berjalan lancar dan memberi manfaat nyata.
“Dengan pemeriksaan ini, diharapkan Bondowoso dapat memperkuat langkah menuju daerah bebas TBC sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” harapnya.
RSUD dr. H. Koesnadi Perkuat Surveilans dan Pengawasan Obat
Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna menegaskan komitmennya bersama Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas dalam memperkuat upaya penanganan Tuberkulosis (TBC).
Menurut dokter spesialis paru ini, sistem surveilans dan pencatatan di Bondowoso saat ini sudah berjalan cukup baik.
“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas, sudah terlink semua dalam satu data,” jelasnya.
Ia menyebut, dari sisi sarana dan prasarana (Sarpas), Bondowoso sudah cukup siap.
“Alhamdulillah kita cukup baik. Jadi sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” tambahnya.
Terkait keterkaitan TBC dengan HIV, Yus Priyatna mengingatkan perlunya sosialisasi pencegahan sejak dini kepada masyarakat, utamanya di wilayah yang angka penderita HIV nya tinggi.
“Salah satu cara kita adalah sosialisasi untuk penanggulangan HIV juga. Di antaranya untuk masalah-masalah yang bisa menimbulkan HIV itu kita redam, terutama masalah-masalah sosial. Biasanya dari luar pulau, terutama dari Bali, banyak yang pulang ke Bondowoso membawa HIV,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TBC bisa disembuhkan apabila pasien patuh menjalani terapi dan pengobatan dari dokter.
“Jika pasiennya minum obat insyaallah sembuh. Jadi memang yang paling penting adalah pengawasan minum obat,” tegasnya.
Meski begitu, ia tak menampik bahwa sepanjang 2025 masih terdapat kasus kematian akibat TBC.
“Cukup banyak menelan korban jiwa karena memang datanya terlambat. Kalau yang tertangani sejak awal biasanya sembuh,” ujarnya.
Untuk target yang akan datang, pihaknya bersama instansi terkait terus mencari solusi agar penanganan TBC lebih maksimal.
“Intinya target penekanan dari BPK tadi adalah memang kita akan mencari solusi dari masalah TBC di Bondowoso,” pungkasnya. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

