Viral Biaya Geser Trafo Masjid Capai Rp80 Juta, PLN UP3 Gresik Pastikan Gratis

Persoalan ini mencuat setelah video percakapan antara warga dan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, viral di media sosial. Warga merasa keberatan karena pihak PLN dilaporkan meminta biaya sebesar Rp80 juta untuk menggeser posisi trafo besar yang dinilai menghambat proses pembangunan masjid.

07 Apr 2026 - 20:59
Viral Biaya Geser Trafo Masjid Capai Rp80 Juta, PLN UP3 Gresik Pastikan Gratis
Foto: Audiensi pihak PLN, pengurus takmir masjid, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Armuji di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Gresik, Selasa (7/4/2026). (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP – PT PLN (Persero) UP3 Gresik memastikan proses pemindahan trafo dan tiang listrik di area Masjid At-Taqwa, Desa Banyubang, Kabupaten Lamongan, tidak dipungut biaya alias gratis. Langkah ini diambil menyusul viralnya kabar terkait adanya beban biaya sebesar Rp80 juta yang sebelumnya sempat dikeluhkan pihak pengurus masjid.

Persoalan ini mencuat setelah video percakapan antara warga dan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, viral di media sosial. Warga merasa keberatan karena pihak PLN dilaporkan meminta biaya sebesar Rp80 juta untuk menggeser posisi trafo besar yang dinilai menghambat proses pembangunan masjid.

Polemik rencana pemindahan trafo dan tiang listrik itupun menemui titik terang setelah dilakukan mediasi oleh pihak PLN, pengurus takmir masjid, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Armuji di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Gresik, Selasa (7/4/2026).

Trafo dan tiang listrik yang berada di area Masjid At-Taqwa, akan dipindahkan secara gratis lantaran untuk fasilitas umum atau kepentingan masyarakat. 

Wakil Walikota Surabaya, Armuji, mengungkap bahwa kehadirannya secara tidak sengaja mendapat aduan warga saat berkunjung ke Kabupaten Lamongan. Ia secara spontan menerima aduan warga setempat soal beban biaya pemindahan trafo dan tiang listrik PLN mencapai Rp80 juta. 

Padahal trafo dan tiang listrik PLN itu berada di kawasan Masjid yang rawan bahaya bagi jamaah untuk beribadah.

"Kedatangan saya itu bukan ujug-ujug ke masjid, enggak. Kedatangan saya itu diajak panen durian ke Pak Sholahuddin, terus disambati (dikeluh-kesahkan) masalah ada trafo yang di depannya masjid," kata Armuji.

Pria yang akrab disapa Cak Ji ini mengaku, secara spontan menjembatani komunikasi antara warga dengan PLN dan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Ia pun merasa lega setelah keluhan warga ini ditanggapi posotif oleh pihak terkait.

"Coba kita sampaikan ke PLN, dan ternyata PLN sudah respon per hari ini pergeseran tiang itu sudah ada proses pemindahan. Yang penting clear dan gratis," jelasnya. 

Senada dengan itu, Manajer PLN UP3 Gresik, Suhandopo, menegaskan bahwa polemik ini terjadi karena adanya kesalahpahaman. Pihaknya menegaskan bahwa proses pemindahan trafo dan tiang listrik untuk kepentingan masyarakat tanpa dipungut biaya. 

Lanjut dia, dalam proses pemindahan itu juga perlu diperhatikan agar pemasangan kembali agar distribusi listrik tetap berjalan lancar.

"Intinya untuk kepentingan masyarakat umum, khususnya untuk rumah ibadah, tidak ada biaya sama sekali," ungkap Suhandopo.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Banyubang, Sholahuddin, menyambut baik hasil audiensi yang digelar di Kantor UP3 Gresik ini.

"Yang selama ini ada miskomunikasi dan kebuntuan, sekarang sudah terjawab clear terang benderang. Terima kasih sudah diberi gratis, dari Rp80 juta jadi gratis. Alhamdulillah," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow