UNICEF Dorong Pembiayaan Alternatif Atasi Stunting Anak Jatim

UNICEF mendorong pembiayaan alternatif untuk atasi stunting dan kemiskinan anak di Jatim, tidak hanya lewat APBD, tapi juga sektor swasta dan lembaga lainnya.

14 Jun 2025 - 06:56
UNICEF Dorong Pembiayaan Alternatif Atasi Stunting Anak Jatim
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, menunjukkan angka stunting nasional sebesar 19,8%, menurun dari angka pada 2023. (Beritasatu.com/SJP)

SUARAJATIMPOST.COM - UNICEF Indonesia mengungkapkan bahwa hampir setengah dari jumlah anak-anak di Jawa Timur mengalami kondisi stunting, sementara satu dari empat anak hidup dalam kemiskinan.

Situasi tersebut dianggap membutuhkan pendekatan pendanaan yang inovatif untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.

Berdasarkan estimasi UNICEF, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDG) di Jawa Timur hingga tahun 2030.

Melalui dokumen Integrated Sub-National Financing Framework (ISFF), UNICEF mengidentifikasi adanya 17 opsi pendanaan dari sektor pemerintah dan swasta senilai total Rp200 triliun.

Dana ini tidak hanya diarahkan untuk menangani stunting, tetapi juga untuk memperluas layanan air bersih dan sanitasi.

Untuk itu, UNICEF mendorong kolaborasi antara berbagai elemen, agar beban pendanaan tidak sepenuhnya mengandalkan APBD, namun dapat melibatkan pihak eksternal secara lebih luas.

"Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor agar pendanaan pembangunan tidak hanya terpaku pada APBD. Melainkan juga menggandeng sektor swasta, filantropi, hingga lembaga zakat," ujar Chief of Social Policy UNICEF Indonesia Yoshimi Nishino, Jumat (13/6/2025). Saat di lansir dari Beritasatu.com

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati, menyampaikan bahwa sinergi antara UNICEF dan pemerintah daerah sudah berjalan untuk mendukung berbagai program ramah anak.

“ISFF adalah bentuk komitmen kami bersama UNICEF untuk menciptakan solusi peluang pembiayaan alternatif. Tentunya dengan prinsip pengelolaan yang bisa dipertanggungjawabkan dan berkelanjutan demi masa depan anak-anak di Jawa Timur,” kata Tri Wahyu.

Sebelumnya, Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi lokasi pelaksanaan Diseminasi Publik ISFF Jawa Timur 2025–2029 pada Kamis (12/6/2025).

Acara ini diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan UNAIR melalui Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG), dengan fokus utama mempercepat pencapaian tujuan SDG yang berhubungan langsung dengan hak-hak anak. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow