UIN Maliki Perluas Jejaring Akademik Nasional Lewat Kehadiran pada Wisuda Poltekad
Kehadiran Kabiro AAKK UIN Maliki dalam Wisuda Poltekad menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik lintas institusi untuk mendukung pengembangan SDM unggul dan inovasi nasional.
MALANG, SJP – Komitmen memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi terus ditunjukkan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Salah satunya melalui kehadiran Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Maliki dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) yang digelar di Kampus Poltekad, Kabupaten Malang, Sabtu (25/7/2026).
Kehadiran perwakilan UIN Maliki pada agenda akademik tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kelembagaan dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi strategis. Selain menjadi momen pelepasan lulusan, wisuda juga menjadi ruang bertemunya kalangan akademisi, pemangku kebijakan, dan institusi pertahanan dalam memperkuat sinergi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Sebanyak 113 lulusan mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Poltekad. Mereka merupakan bagian dari lulusan program pendidikan yang dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan pertahanan nasional berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodiklat TNI AD, Waaspers Kasad, Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, para direktur, komandan satuan jajaran Kodiklat TNI AD, Danrem, serta tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi dan instansi.
Dalam laporan akademiknya disampaikan bahwa Poltekad saat ini menyelenggarakan satu Program Magister dan enam Program Diploma IV. Pengembangan program tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan vokasi guna menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertahanan dan kebutuhan zaman.
Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr. Indarto Kusnohadi, S.I.P., S.H., M.H., M.M., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap pembangunan bangsa, khususnya pada sektor pertahanan.
"Hasil riset tidak hanya berfungsi sebagai karya ilmiah, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sistem pertahanan modern negara," ujarnya.
Menurutnya, kualitas lulusan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga melalui proses pembinaan karakter, integritas, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang berkembang sangat cepat.
Sementara itu, Ketua Senat Poltekad, Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., mengingatkan para wisudawan agar mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab, baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.
"Citizen membangun bangsa melalui tindakan nyata, sedangkan netizen membentuk persepsi melalui ruang digital. Tantangan zaman adalah menjadi citizen yang bertanggung jawab sekaligus netizen yang bijak," pesannya.
Bagi UIN Maliki, partisipasi dalam forum akademik tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam membangun kemitraan yang lebih luas dengan berbagai institusi pendidikan tinggi maupun lembaga negara. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Melalui jejaring akademik yang semakin kuat, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepemimpinan, karakter, serta semangat pengabdian kepada bangsa.
Usai prosesi wisuda, seluruh tamu undangan diajak mengunjungi pameran tugas akhir karya para lulusan. Berbagai inovasi teknologi hasil penelitian dipamerkan, mulai dari sistem absensi digital, alat pengusir burung untuk area persawahan, mesin pemberi pakan ayam otomatis, mesin penyortir jeruk, mesin perontok padi, alat pengering padi, hingga sejumlah teknologi terapan lainnya yang dirancang untuk memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Melalui momentum tersebut, hubungan antarlembaga pendidikan tinggi diharapkan semakin erat sehingga mampu mempercepat lahirnya inovasi, memperkuat ekosistem riset nasional, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat global. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

