Tuban Salurkan Bantuan Pemberdayaan, Dorong KPM PKH Menuju Kemandirian Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinsos P3A dan PMD menyalurkan bantuan pemberdayaan kepada 18 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) untuk mendorong kemandirian ekonomi. Bantuan difasilitasi Sentra Margo Laras dan diberikan dalam bentuk ternak kambing serta perlengkapan usaha sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
TUBAN, SJP - Pemerintah Kabupaten Tuban mulai mengarahkan kebijakan sosialnya untuk memutus ketergantungan keluarga terhadap bantuan sosial. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD), bantuan pemberdayaan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Rabu (17/12/2025).
Penyaluran bantuan berlangsung di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinsos P3A dan PMD Tuban dan difasilitasi oleh Sentra Margo Laras. Program ini menyasar 18 orang tua dari anak-anak yang tengah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR)
Bantuan yang diberikan bersifat variatif dan disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masing-masing keluarga. Sebanyak sembilan KPM menerima bantuan ternak kambing untuk dikembangkan, sementara penerima lainnya memperoleh perlengkapan usaha, mulai dari alat menjahit, sarana terapi bekam, hingga modal usaha berjualan makanan dan meracang.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, Kepala Dinsos P3A dan PMD Tuban Sugeng Purnomo, perwakilan Sentra Margo Laras, para pendamping PKH, serta keluarga penerima manfaat.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos P3A dan PMD Tuban, Mahendra Yanu Putra Perdana, menjelaskan bahwa program ini difokuskan kepada KPM yang sebelumnya belum tersentuh bantuan pemberdayaan dari pemerintah pusat.
“Sentra Margo Laras memfasilitasi KPM yang belum mendapatkan program pemberdayaan dari Kementerian Sosial,” kata Mahendra.
Ia menegaskan, bantuan diserahkan langsung kepada penerima tanpa perantara agar dapat segera dimanfaatkan dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi keluarga. Selain penyaluran, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk memastikan bantuan berkembang dan berkelanjutan.
“Pengawasan dilakukan agar bantuan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menilai, program pemberdayaan berbasis usaha menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menekan beban pengeluaran masyarakat.
“Program ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga membantu menurunkan beban pengeluaran masyarakat,” ujar Joko Sarwono.
Melalui skema bantuan usaha tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap KPM PKH mampu bergerak menuju kemandirian ekonomi dan secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

