Tradisi Berebut Hasil Bumi Tetap Lestari di Kelurahan Keramat Nganjuk

Warga Kelurahan Keramat berebut hasil bumi dalam ritual bersih desa sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya.

31 May 2025 - 23:04
Tradisi Berebut Hasil Bumi Tetap Lestari di Kelurahan Keramat Nganjuk
Ratusan warga Kelurahan Keramat, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur, berebut tumpeng aneka hasil bumi dalam ritual bersih desa, Sabtu 31 Mei 2025. (Foto: Beritasatu.com)

NGANJUK, SJP—Ratusan masyarakat di Kelurahan Keramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, turut serta dalam acara tahunan bersih desa yang digelar pada Sabtu (31/5/2025), dengan memperebutkan gunungan tumpeng berisi hasil pertanian.

Sekitar sembilan gunungan yang penuh dengan beragam hasil bumi langsung diserbu warga yang sudah menanti sejak pagi hari.

Suasana semakin ramai saat warga saling berdesakan dan mendorong untuk memperoleh berbagai macam buah seperti tomat, jeruk, salak, apel, serta sayur-mayur dari gunungan tersebut.

Momen ini menjadi bagian yang paling dinanti karena warga bisa membawa pulang hasil bumi dan jajanan tanpa dipungut biaya, yang nantinya akan mereka santap bersama keluarga.

"Senang berebut seperti ini. Saya mendapatkan sayuran seperti kacang panjang, wortel, tomat dan buah-buahan yang nantinya akan dinikmati bersama keluarga," kata Yatmi, warga setempat, dikutip dari Beritasatu.com.

Dalam prosesi ini, warga mengangkat tumpeng hasil bumi yang kemudian diarak dari kantor Kelurahan Keramat menuju tempat keramat desa atau punden sejauh kurang lebih satu kilometer.

Setelah arak-arakan, tumpeng dibacakan doa oleh tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

"Ritual bersih desa ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas hasil panen, serta untuk melestarikan budaya warisan nenek moyang. Diharapkan dengan melestarikan warisan budaya ini, generasi muda akan tetap mengingat sejarah dan kearifan lokal Kelurahan Keramat," kata Kepala Kelurahan Keramat, Suhadi.

Diharapkan pula, warga setempat terus menjaga dan meneruskan tradisi budaya dari para leluhur tersebut. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow