TMMD ke-124 di Lamongan Resmi Ditutup, Pak Yes Pastikan Pembangunan Berlanjut

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 resmi ditutup di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Lamongan, oleh Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Ramli bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes).

04 Jun 2025 - 19:31
TMMD ke-124 di Lamongan Resmi Ditutup, Pak Yes Pastikan Pembangunan Berlanjut
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Ramli saat menutup secara resmi program TMMD ke-124 di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran - Lamongan ( Foto: Dok/Atmo )

LAMONGAN.SJP – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 resmi ditutup di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Rabu (4/6/2025). Penutupan kegiatan dilakukan oleh Inspektur Daerah Militer (Irdam) V Brawijaya Brigjen TNI Ramli, didampingi oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Program lintas sektoral yang berlangsung selama satu bulan ini dinilai sukses menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi pembangunan fisik maupun nonfisik.

Bupati Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan, Pemkab Lamongan akan terus melanjutkan pembangunan yang telah dirintis melalui TMMD. Salah satu program lanjutan yang direncanakan adalah perawatan dan normalisasi waduk di wilayah tersebut.

“Ini menjadi kelanjutan dari TMMD. Jalan penghubung menuju Manyar juga sudah kami koordinasikan dengan Pemprov Jawa Timur. Dari Desa Kebalankulon, pembangunan ini akan berdampak ke desa-desa sekitar,” ujar Pak Yes.

Menurutnya, semangat pembangunan tidak hanya berhenti pada selesainya TMMD, tetapi akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Brigjen TNI Ramli mengapresiasi kolaborasi antara Kodim 0812 Lamongan dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyukseskan program TMMD ke-124.

“Di Jawa Timur, TMMD ke-124 mencakup pengaspalan jalan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), dan lain sebagainya. Di Lamongan, kegiatan rabat beton, saluran air, dan pembangunan RTLH menjadi yang paling menonjol,” jelas Ramli.

Ia menambahkan, meski saluran air yang dibangun hanya berada di wilayah Kebalankulon, manfaatnya dirasakan hingga desa-desa di bagian timur yang kerap kekurangan air saat musim kemarau.

Berbagai pembangunan fisik berhasil direalisasikan dalam TMMD ini. Di antaranya rabat beton sepanjang 690,2 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 20 cm, serta jalan poros desa sepanjang 137,5 meter dengan lebar 4,5 meter dan tinggi 15 cm. 

Selain itu, TMMD juga membangun 10 unit rumah tidak layak huni dan MCK, tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 75 meter, fasilitas lapangan olahraga, serta lima titik irigasi perpompaan (Irpon).

Di sisi nonfisik, warga Kebalankulon mendapat pelatihan budidaya ikan lele dan bantuan 2.000 ekor benih, sosialisasi ketahanan pangan terpadu, layanan perizinan usaha (NIB), serta 28 kegiatan pembinaan lainnya.

Brigjen Ramli berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun demi keberlanjutan manfaat jangka panjang.

“Program ini tidak akan berhasil jika masyarakat tidak ikut mendukung. Meski pemerintah dan TNI sudah bekerja keras, tanpa keterlibatan aktif warga, hasilnya tidak akan maksimal,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow