Tersimpan Rapi di Perpusatakaan Ponpes Tebuireng, Karya KH Hasyim Asy'ari Lestari hingga Kini
Kitab karya KH Hasyim Asy'ari menjadi rujukan para santri untuk memahami ilmu agama dengan konteks khazanah Nusantara.
JOMBANG, SJP - Sudah semestinya karya dari salah satu tokoh Indonesia, yakni KH Hasyim Asy'ari dilestarikan dan ditauladani oleh kalangan santri. Karya monumental berupa kitab berbahasa arab itu tersimpan rapi di perpustakaan Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang.
KH Hasyim Asy'ari merupakan tokoh ulama besar, pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus pahlawan nasional. Selain perannya dalam dunia Islam dan perjuangan kemerdekaan, KH Hasyim Asy'ari juga meninggalkan karya tulis untuk generasi saat ini.
Santri Ponpes Tebuireng tampak ramai mengunjungi perpustakaan. Terlebih lagi ketika memasuki bulan suci Ramadan, perpustakaan itu tidak pernah sepi dari aktivitas santri.
KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi Pengasuh Pondok Putri Tebuireng Jombang, mengungkapkan, ada sekitar 20 kitab karangan KH Hasyim Asy’ari yang masih tersimpan dengan baik dan rapi.
Salah satu yang sering digunakan untuk kajian Ramadan adalah At-Tibyan: sebuah kitab yang membahas pentingnya membangun silaturahmi antara sesama manusia dan bahayanya memutus silaturahmi.
“Kitab ini sering digunakan dalam ngaji kilatan di bulan Ramadan," ucap Gus Fahmi kepada wartawan, Rabu (12/3/2025).
Selain At-Tibyan, masih banyak kitab lain yang bisa menjadi rujukan dalam pembelajaran di pesantren. Tradisi menjaga dan menghidupkan kembali karya-karya ulama terdahulu menjadi bagian dari upaya mempertahankan warisan intelektual Islam di Nusantara.
"Harapan kami, para santri bisa meneladani ilmu yang telah mereka pelajari dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Para santri memanfaatkan kitab-kitab tersebut untuk mendalami pemahaman agama melalui metode ngaji kilatan: sebuah tradisi belajar kitab kuning yang berlangsung intensif selama bulan Ramadan.
Dalam ngaji kilatan pada saat Ramadan, santri diberi pengetahuan tentang khazanah keislaman dan pengetahuan tentang ajaran akhlak yang diajarkan oleh KH Hasyim Asy'ari.
"Dengan adanya perpustakaan khusus ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan memahami ajaran para ulama terdahulu," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

