Terlalu Lama Tunggu Bantuan, Korban Bencana Alam Terpaksa Berutang Demi Perbaiki Rumah
Zainal Arifin mengaku terpaksa cari pinjaman untuk perbaiki rumah sedikit demi sedikit. Karena dari BPBD pada awalnya mendapat bantuan terpal dan sembako, sedangkan untuk perbaikan material akan dikirim pertengahan Januari sampai Maret meskipun sampai sekarang masih belum mendapatkan kabar apapun.
KOTA BATU, SJP – Zainal Arifin (58), warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, terpaksa berutang untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat bencana cuaca ekstrem pada akhir 2024 lalu.
Dirinya terpaksa berutan, karana hingga kini, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) dari Pemerintah Kota Batu yang dijanjikan belum juga datang, sementara kondisi rumahnya semakin memprihatinkan.
"Kami bersama keluarga tinggal di rumah yang bagian belakangnya ambruk akibat derasnya hujan pada Desember 2024 lalu. Begitu juga dengan rumah adiknya, Endah, yang mengalami kerusakan pada dinding dan dapur. Akibatnya, dua keluarga dengan total enam orang harus berbagi kamar mandi, bahkan sesekali terpaksa menggunakan fasilitas masjid terdekat," urainya.
Oleh sebab itu, ia mengaku terpaksa cari pinjaman untuk perbaiki rumah sedikit demi sedikit. Karena dari BPBD pada awalnya mendapat bantuan terpal dan sembako, sedangkan untuk perbaikan material akan dikirim pertengahan Januari sampai Maret, meskipun sampai sekarang masih belum mendapatkan kabar apapun.
Karena tak bisa menunggu lebih lama, ia dan keluarganya mulai memperbaiki rumah secara mandiri sejak satu setengah bulan terakhir tanpa bantuan tukang, demi menghemat biaya.
Bantuan yang diterima sejauh ini hanya berasal dari donasi warga sekitar, seperti 15 karung semen dari yayasan Al-Hidayah dan pengurus RT.
Meskipun tim survei dari BPBD dan Dinas Perumahan dan Permukiman sudah datang beberapa kali, realisasi bantuan perbaikan rumahnya belum kunjung terwujud. Padahal, Idulfitri semakin dekat, dan ia ingin rumahnya dalam kondisi layak untuk menerima sanak saudara yang datang.
“Semoga segera ada bantuan. Utang sudah banyak untuk membangun lagi, tapi kalau begini terus, ya berat juga,” ungkapnya dengan harapan pemerintah segera merealisasikan janji mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD Kota Batu sampai saat ini masih belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi oleh suarajatimpost.com. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

