Stok Pupuk Subsidi di Dander Bojonegoro Diklaim Aman, Distribusi Disebut Lampaui Target

Berdasarkan data penyaluran Januari hingga Desember 2026, total alokasi pupuk subsidi di kios UD Usaha Tani mencapai 325,3 ton. Alokasi tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 149,4 ton, NPK Phonska 145,9 ton, dan Organik Granul sebesar 30,5 ton yang disalurkan kepada enam kelompok tani di wilayah setempat.

13 May 2026 - 15:17
Stok Pupuk Subsidi di Dander Bojonegoro Diklaim Aman, Distribusi Disebut Lampaui Target
Rifaun Naim, pemilik kios pupuk UD Usaha Tani. (Foto: Abror/SJP)

BOJONEGORO, SJP – Ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro dipastikan masih aman selama musim tanam tahun 2026. Bahkan, realisasi penyaluran pupuk di UD Usaha Tani telah melampaui target distribusi yang ditetapkan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Berdasarkan data penyaluran Januari hingga Desember 2026, total alokasi pupuk subsidi di kios UD Usaha Tani mencapai 325,3 ton. Alokasi tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 149,4 ton, NPK Phonska 145,9 ton, dan Organik Granul sebesar 30,5 ton yang disalurkan kepada enam kelompok tani di wilayah setempat.

Pemilik Kios Pupuk UD Usaha Tani, Rifaun Naim mengatakan hingga pertengahan Mei 2026 distribusi pupuk berjalan lancar dan kebutuhan petani masih terpenuhi.

“Distribusi pupuk sampai saat ini berjalan stabil dan aman. Kebutuhan petani masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, realisasi distribusi pupuk subsidi di wilayah Desa Ngraseh saat ini telah mencapai lebih dari 62 persen. Capaian tersebut melampaui target distribusi dari PT Pupuk Indonesia yang berada di angka 60 persen.

Ia menjelaskan, pupuk NPK Phonska menjadi jenis pupuk dengan tingkat penebusan tertinggi, yakni mencapai 63 persen dari total alokasi. Sementara pupuk Urea tercatat sebesar 62,9 persen dan Organik Granul sebesar 55,8 persen.

“Target PI 60 persen, sedangkan realisasi distribusi UD Usaha Tani sudah mencapai lebih dari 62 persen,” tambahnya.

Dalam proses penebusan pupuk subsidi, petani juga memanfaatkan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi). Aplikasi tersebut dikembangkan Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia untuk mempermudah petani dalam melakukan penebusan pupuk secara cepat dan transparan.

Sementara itu, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk subsidi di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bojonegoro, masih dalam kondisi aman.

Per 13 Mei 2026, stok pupuk subsidi di Jawa Timur tercatat sebanyak 129.588 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pupuk Urea 99.917 ton, NPK Phonska 23.036 ton, ZA 1.454 ton, Organik Petroganik 4.663 ton, dan SP-36 sebanyak 518 ton.

Adapun stok pupuk subsidi di Kabupaten Bojonegoro mencapai 5.906 ton. Rinciannya, pupuk Urea sebanyak 2.673 ton, NPK Phonska 2.969 ton, dan Organik Petroganik 264 ton.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho mengatakan para petani sejauh ini tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk subsidi.

“Distribusi berjalan lancar dan stok pupuk masih aman. Data penyaluran juga sesuai antara alokasi, penebusan, dan sisa stok,” katanya.

Ia menilai kemudahan penebusan pupuk serta kebijakan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak Oktober 2025 turut membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk selama musim tanam berlangsung. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow