Sosok Alex Martins, Striker Baru Persebaya yang Konsisten sebagai Mesin Gol di Liga Indonesia
Profil Alex Martins, penyerang baru Persebaya Surabaya musim 2026/2027. Mengulas rekam jejak, statistik gol impresif eks Dewa United, serta ambisinya membawa Green Force ke jalur juara Super League.
SURABAYA, SJP - Persebaya Surabaya tampaknya tidak ingin main-main dalam menata lini serang mereka untuk kompetisi musim 2026/2027. Keputusan manajemen mengikat Alex Martins dengan kontrak jangka panjang hingga 2028 menjadi sinyal kuat bahwa Green Force membutuhkan jaminan ketajaman, dan penyerang asal Brasil ini adalah jawabannya.
Di usia 33 tahun, Alex datang ke Stadion Gelora Bung Tomo bukan sebagai sebuah perjudian, melainkan sebuah kepastian. Reputasinya di kancah sepak bola Indonesia sudah telanjur kokoh sebagai salah satu predator paling menakutkan di kotak penalti.
Atribut utama yang melekat pada diri Alex Martins adalah konsistensi yang presisi. Ketika banyak penyerang asing kesulitan mempertahankan performa dari musim ke musim, Alex justru sebaliknya, ia adalah definisi dari efisiensi dan ketenangan di depan gawang.
Sebelum memutuskan mengenakan jersei hijau khas Persebaya, Alex merupakan pilar tak tergantikan di Dewa United Banten FC dengan catatan statistik yang mentereng.
Sepanjang membela klub lamanya, ia sukses mengemas 67 gol dan 13 assist hanya dari 92 penampilan di semua kompetisi. Rekam jejak luar biasa inilah yang menjadi alasan utama mengapa manajemen Persebaya kepincut untuk mengamankan jasanya.
Ketajaman striker bertinggi badan ideal ini sama sekali belum luntur oleh usia. Pada musim lalu, ia membukukan 20 gol dari 34 pertandingan, sebuah angka psikologis yang menegaskan bahwa insting membunuhnya masih berada di level tertinggi.
Jauh sebelum konsistensi musim lalu itu tercipta, namanya bahkan sudah tercatat dalam tinta emas sepak bola nasional saat menyabet gelar top skor Super League musim 2024/2025.
Catatan impresif tersebut menjadi modal berharga sekaligus garansi bahwa lini serang Persebaya akan memiliki poros produktivitas yang baru.
Bagi Alex sendiri, kepindahan ke Surabaya bukan sekadar urusan profesionalisme, melainkan tentang ambisi besar dan atmosfer sepak bola yang hidup. Ada dua faktor utama yang membuatnya tanpa ragu menerima pinangan klub asal Kota Pahlawan ini.
Pertama adalah cetak biru masa depan Persebaya melalui proyek olahraga yang jelas dan ambisius dari manajemen untuk membawa tim kembali ke jalur juara. Faktor kedua, yang juga sangat emosional, adalah keberadaan Bonek dan Bonita.
Menjadi lawan Persebaya di Gelora Bung Tomo berkali-kali memberikan pengalaman batin tersendiri bagi Alex, hingga ia kerap bermimpi untuk bisa berdiri di sisi yang sama dengan gairah suporter fanatik tersebut.
Dengan durasi kontrak multiyears yang dikantonginya, Alex Martins kini memikul ekspektasi besar publik Surabaya. Namun, tekanan tersebut tampaknya justru menjadi bahan bakar bagi sang striker untuk membuktikan kelasnya.
Targetnya bersama Persebaya sudah dipatok tinggi, di mana ia tidak hanya datang untuk menambah pundi-pundi gol pribadinya, tetapi untuk membantu Persebaya terus bersaing di jalur juara.
Bagi Persebaya, Alex adalah kepingan 'puzzle' yang dinanti, bagi Bonek ia adalah harapan baru, dan bagi lini pertahanan lawan di musim 2026/2027, kehadirannya adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai sejak menit. (**)
Sumber: Persebaya.id
Editor: Danu
What's Your Reaction?

