Silaturahmi Saat Lebaran, Kunci Kebahagiaan dan Kesehatan EmosionaL

Silaturahmi saat Idulfitri tak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan emosional. Dalam Islam, silaturahmi membawa keberkahan, melapangkan rezeki, serta memperpanjang umur manusia.

24 Mar 2026 - 18:05
Silaturahmi Saat Lebaran, Kunci Kebahagiaan dan Kesehatan EmosionaL
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat bersalam-salaman dalam acara open house di Pendopo Raden Bagus Assra saat Lebaran (Foto : Rizqi/SJP)

SUARAJATIMPOST.COM - Momen Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan tradisi bersilaturahmi, berkumpul, serta berbagi cerita bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Suasana hangat ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan emosional.

Interaksi sederhana seperti mengobrol, saling mendengarkan, hingga tertawa bersama terbukti mampu membantu meredakan stres. Kehadiran orang-orang terkasih menjadi ruang aman untuk berbagi cerita, melepas penat, bahkan mengurangi rasa sedih dan kesepian.

Tak hanya dari sisi psikologis, silaturahmi juga memiliki makna yang sangat penting dalam ajaran Islam, terutama di momen Idulfitri. Silaturahmi menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena dapat mempererat ukhuwah atau persaudaraan antar sesama.

Dalam Islam, menjaga hubungan silaturahmi diyakini membawa banyak keberkahan, di antaranya melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Selain itu, Idulfitri juga menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan, menghapus kesalahan, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Silaturahmi juga melatih kepekaan sosial dan menumbuhkan rasa empati. Dengan saling berkunjung atau sekadar berkomunikasi, seseorang dapat lebih memahami kondisi dan perasaan orang lain, sehingga kepedulian pun semakin kuat.

Di tengah kesibukan dan rutinitas, momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk kembali mempererat hubungan yang mungkin sempat terputus. Bahkan bagi yang tidak dapat mudik, silaturahmi tetap bisa dilakukan melalui video call atau media komunikasi lainnya.

Dengan begitu, jarak bukan lagi menjadi penghalang untuk tetap terhubung, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Berbagai Sumber

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow