Seragam Gratis SD-SMP di Jombang, Wabup Klaim Tidak Ada Potongan dan Titipan

Gus Salman menegaskan bahwa program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Jombang dipastikan berjalan transparan tanpa adanya potongan atau pungutan liar.

07 Jul 2025 - 22:16
Seragam Gratis SD-SMP di Jombang, Wabup Klaim Tidak Ada Potongan dan Titipan
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid atau Gus Salman didampingi Sekretaris Daerah Agus Purnomo saat meninjau penjahit seragam gratis di Plandaan, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP — Pengadaan seragam gratis tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diklaim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tanpa ada potongan dan titipan dalam realisasinya. 

Pernyataan tersebut terlontar dari Wakil Bupati Jombang H Salmanuddin Yazid atau Gus Salman sebagaimana dirilis Kominfo Jombang, Senin (7/7/2025).

Gus Salman menegaskan, bahwa program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Jombang dipastikan berjalan transparan tanpa adanya potongan atau pungutan liar. 

Kepastian ini disampaikan usai sidang paripurna, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga titik penjahit di wilayah Kecamatan Plandaan, Senin (7/7/2025).

“Kami pastikan tidak ada potongan, tidak ada titipan. Beberapa titik sudah kami survei dan tidak ada hal seperti yang diberitakan,” tegas Salmanudin Yazid. 

Salmanudin Yazid turut menjelaskan harga untuk pembuatan seragam bantuan pemerintah, Rp105 ribu untuk seragam SMP dan Rp95 ribu untuk seragam SD, sebelum dipotong beban pajak.

“Kainnya mulai minggu depan, sekarang sudah mulai bisa dicicil. Saya minta kepada para penjahit untuk mengukur langsung setiap siswa, agar datanya akurat, jadi tidak menggunakan ukuran S/M/L lagi. Ukurannya juga saya minta dilonggarkan 1-2 cm, supaya tidak kekecilan. Lebih baik kebesaran sedikit,” terangnya. 

Gus Salman juga mewanti pembayaran upah untuk para penjahit. Upah yang diterima harus sesuai dengan kesepakatan, agar tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kami akan terus memantau sampai seragam benar-benar sampai ke siswa dengan ukuran yang pas, tepat waktu, dan tanpa pungutan apa pun,” pungkasnya saat sidak didampingi Sekda Kabupaten Jombang, Agus Purnomo.

Sementara itu, Ernawati, salah seorang penjahit seragam SD/SMP di Tunggorono, membenarkan bahwa tidak ada potongan apa pun terkait upah jahit seragam gratis ini.

“Semua sesuai. Kami dapat keuntungan sekitar 15 persen, itu lebih besar dari biasanya. Kalau borongan pribadi, biasanya cuma 50-60 ribu. Kami ditargetkan selesai sesuai waktu yang ditentukan. Saya saat ini memiliki 15 penjahit. Biasanya bisa menghasilkan 60 setel setiap hari,” ungkap Ernawati.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang Wor Windari menyebut pengadaan seragam gratis tetap dilanjutkan di Tahun 2025. Dengan tujuan pembagian seragam kepada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS). 

"Pagu anggaran sekitar Rp9,5 miliar semua sudah jadi," ucap Wor Windari dalam pesan ditulis wartawan suarajatimpost.com, Selasa (31/12/2024). 

Siswa akan mendapat seragam dalam bentuk seragam sudah jadi. Pihaknya menjamin jika seragam yang diberikan ke siswa akan sesuai ukuran. 

'Untuk antisipasi cukup atau tidak pakaian yang dikenakan siswa, kebutuhan seragam gratis akan diukur sesuai dengan ukuran tubuh siswa penerima," terangnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow