Sensasi Pedas Tetelan Sapi Khas Mojo di Warung Bu Liana
Warung Bu Liana di Mojo, Kediri, terkenal dengan tetelan sapi pedas dan aneka botok. Ramai pengunjung, harganya terjangkau, dan buka pukul 09.00–16.00 WIB.
KEDIRI,SJP - Bagi para pencinta makanan dengan sensasi pedas, sebuah tempat makan di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, layak untuk dicoba: Warung Bu Liana. Hidangan andalannya adalah tetelan sapi khas Kediri yang dikenal dengan rasa pedasnya yang menggoda.
Berlokasi di tepi jalan utama dan dikelilingi oleh hamparan sawah yang hijau, tempat makan ini menghadirkan nuansa pedesaan yang nyaman dan menenangkan. Meski tampak sederhana, warung ini selalu ramai oleh pelanggan yang kembali karena ketagihan dengan kelembutan daging dan pedasnya bumbu.
“Saya baru pertama kali ke sini karena diajak teman. Setelah mencoba, ternyata rasanya enak sekali. Dagingnya empuk dan rasa pedasnya mantap,” ujar Annisa, salah satu pelanggan.
Danang, pelanggan lain, juga membagikan pengalamannya, “Saya sering mampir ke sini setiap menjenguk anak yang mondok di Mojo. Tetelan pedasnya enak, dagingnya empuk, dan harganya pun terjangkau.”
Tak hanya menyajikan tetelan sapi pedas, warung ini juga menyediakan berbagai varian botok, seperti botok ayam, botok ikan patin, botok lele, hingga botok tawon. Dalam sehari, warung Bu Liana dapat menjual antara 100 hingga 150 porsi kepada pengunjung yang datang dari berbagai kota seperti Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Nganjuk.
“Kami menyajikan tetelan sapi pedas, aneka botok, dan es degan. Harganya terjangkau, Rp 12.000 per porsi dan minuman Rp5.000. Banyak pelanggan dari luar kota yang mampir setelah menjenguk keluarganya di pondok,” jelas Bu Liana, pemilik warung.
Untuk menghasilkan rasa pedas yang otentik, dalam sehari Bu Liana mengolah sekitar 2 sampai 3 kilogram daging sapi serta 2 kilogram cabai.
Jika Anda penasaran ingin mencicipi pedasnya kuliner khas ini, Warung Bu Liana buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Tempatnya tak jauh dari Pondok Pesantren Al Falah Mojo, hanya sekitar 10 kilometer dari pusat kota Kediri. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Berbagai sumber
What's Your Reaction?

