Senja di Papuma Jember Jadi Candu Wisatawan
Keindahan Pantai Papuma Jember semakin memikat pada Mei-Juni saat senja berpadu dengan cahaya rembulan. Panorama pasir putih, bukit karang, dan laut lepas membuat wisatawan betah menikmati suasana hingga malam hari.
JEMBER, SJP – Langit perlahan berubah jingga ketika matahari mulai turun di ufuk barat. Debur ombak berkejaran menyentuh bibir pantai, sementara hamparan pasir putih memantulkan cahaya senja bak serpihan berlian yang berkilauan. Di Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), Kabupaten Jember, momen seperti ini menjadi alasan banyak wisatawan memilih bertahan hingga malam tiba.
Papuma memang bukan sekadar destinasi wisata pantai. Keindahan alam yang memadukan pasir putih, gugusan bukit karang, serta panorama laut lepas menghadirkan suasana yang mampu membuat pengunjung terdiam menikmati setiap detiknya.
Pada penghujung Mei hingga Juni, pesona Papuma terasa semakin istimewa. Selain panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama, kemunculan rembulan yang bersinar terang di atas lautan menghadirkan nuansa romantis dan menenangkan.
Tak heran jika banyak wisatawan memilih menghabiskan waktu sejak pagi hingga malam hari di kawasan pantai yang berada di Kecamatan Wuluhan tersebut. Sembari menikmati semilir angin laut, mereka juga dapat mencicipi aneka kuliner, terutama hidangan ikan bakar yang berjajar di sepanjang kawasan wisata.
Salah satu wisatawan asal Lumajang, Alesya Ferdinanti, mengaku sengaja menghabiskan akhir pekan bersama keluarga di Papuma karena keindahan alam yang ditawarkan serta harga tiket masuk yang terjangkau.
"Tiketnya sangat murah. Liburan kali ini kami habiskan mulai pagi sampai malam di sini. Apalagi sekarang bulan Mei dan Juni, rembulannya sedang terang. Suasananya jadi semakin syahdu dan luar biasa," ujar Alesya, Sabtu (30/5/2026).
Daya tarik Papuma ternyata tidak hanya dirasakan wisatawan dari luar daerah. Banyak pengunjung yang baru pertama kali datang mengaku tak menyangka Jember memiliki panorama pantai yang begitu eksotis.
Menurut salah seorang pengunjung, keunikan Papuma terletak pada kombinasi bukit karang yang berdiri di tepian laut dengan panorama matahari terbenam yang memancarkan warna merah jingga di permukaan air.
"Saat matahari tenggelam, pemandangannya sangat indah. Bukit-bukit di tengah laut membuat suasananya berbeda. Ketika ombak datang dan langit berubah merah jingga, terlihat sangat eksotis," ungkapnya.
Selain keindahan alamnya, harga tiket masuk yang hanya sekitar Rp12 ribu turut menjadi daya tarik tersendiri. Biaya yang relatif terjangkau membuat Pantai Papuma tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat akhir pekan maupun musim liburan.
Bagi mereka yang pernah menikmati senja di Papuma, keindahan pantai ini bukan hanya soal panorama laut dan pasir putih. Ada ketenangan yang hadir saat matahari perlahan menghilang di balik cakrawala, lalu digantikan cahaya rembulan yang menerangi malam. Sebuah pemandangan sederhana yang membuat banyak orang enggan beranjak pulang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

