Satu Dusun Panik! Dikira Penculikan, Ternyata Emak yang Jemput Anak seperti Detektif
Seorang bocah 3 tahun di Kalipare dijemput dua pria asing dan masuk mobil. Tetangganya yang curiga mengejar bahkan lapor polisi. Ternyata...
MALANG,SJP – Bayangkan: sore-sore, warga Dusun Duren lagi santai nunggu azan magrib, eh tiba-tiba warga Dusun Duren, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang geger gegara seorang bocah masuk ke mobil putih tanpa pamit. Laiknya adegan penculikan. Suasana mendadak mirip adegan sinetron. Ada kejar-kejaran, laporan ke polisi, bahkan sampai lintas kabupaten!
Semua berawal dari Afifah, balita 3 tahun yang tiba-tiba terlihat digiring dua pria ke dalam Avanza putih Selasa (20/5/2025) menjelang magrib. Catur Lutvianto (26), warga setempat, melihat kejadian itu. Naluri tetangga waspada langsung aktif. “Lho, ini siapa bawa anak kecil?!” pikirnya. Tanpa banyak mikir, Catur lapor polisi. Beberapa warga lain ikut kebut-kebutan mengejar mobil yang mengarah ke Selorejo, Blitar. Tapi, seperti dalam film, mobil itu lenyap di balik tikungan.
Masuklah laporan ke Polsek Kalipare. Polisi langsung bergerak cepat. Mereka cek saksi, kumpulkan info, dan pastinya: cari CCTV. Karena kalau ada yang bisa diandalkan di zaman sekarang, ya CCTV.
“Dari hasil penelusuran kamera di Kalipare sampai perbatasan Blitar, akhirnya kami tahu ke mana arah mobil itu,” kata AKP Bambang Subinajar Kasihumas Polres Malang.
Petunjuk mengarah ke Karangploso. Di sanalah Avanza putih itu ditemukan—terparkir manis, tanpa jejak drama. Di dalamnya? Septiana (42), dua pria dewasa yang ternyata cuma sopir mobil sewaan dan temannya. Dan... Afifah. Aman. Duduk tenang.
Lho, kok ternyata? "Setelah kami interogasi, ternyata anak itu dijemput sama ibu kandungnya sendiri,” jelas AKP Bambang.
Jadi bukan penculikan. Bukan juga drama rebutan anak. Cuma seorang ibu yang kangen anaknya, pulang dari luar kota, dan langsung nyamber jemput tanpa babibu ke pengasuh.
Untungnya, semua pihak akhirnya duduk bareng. Polisi jadi penengah, dan setelah ngobrol baik-baik, pelapor dan sang ibu sepakat damai. Surat pernyataan ditandatangani, emosi diredam, dan dusun pun kembali tenang.
“Kami di sini tak hanya menangkap orang, tapi juga bantu nyari solusi,” ujar Bambang.
Meski kasus ini berakhir adem ayem, polisi tetap wanti-wanti: waspada itu penting, tapi jangan buru-buru panik sebelum tahu cerita lengkap.
“Terima kasih buat warga yang cepat tanggap. Setiap laporan pasti kami tindak lanjuti dengan serius,” tutup Bambang.
Yang jelas, sore itu Dusun Duren tak hanya dapat cerita seru, tapi juga pelajaran penting, bahwa niat baik tetap butuh komunikasi.
"Terima kasih kepada masyarakat yang peduli dan cepat melapor. Kami pastikan, setiap laporan akan kami tangani dengan profesional dan tuntas," pungkasnya. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

