Sarasehan di Persada Soekarno Kediri: Tak Hanya Emansipasi, Kartini Disebut Tanam Benih Kesadaran Bangsa

Peringatan Hari Kartini di Situs Persada Soekarno Kediri menghadirkan perspektif baru tentang Kartini sebagai pelopor kesadaran spiritual dan kebangsaan, melampaui makna emansipasi perempuan.

21 Apr 2026 - 14:16
Sarasehan di Persada Soekarno Kediri: Tak Hanya Emansipasi, Kartini Disebut Tanam Benih Kesadaran Bangsa
Narasumber dalam sarasehan kebangsaan di Situs Persada Soekarno, Senin (20/4/2026), mengajak peserta memaknai Raden Ajeng Kartini tidak hanya sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai sosok yang menanamkan kesadaran spiritual dan kebangsaan. (FotoL Dokumen Situs Persada Soekarno nDalem Pojok)
KEDIRI, SJP - Raden Ajeng Kartini selama ini identik dengan perjuangan emansipasi perempuan. Namun dalam sarasehan kebangsaan di Situs Persada Soekarno, sosoknya dimaknai lebih luas sebagai pelopor kesadaran spiritual dan kebangsaan.
“Kartini bukan hanya memperjuangkan kesetaraan sosial, tetapi membangkitkan kesadaran jati diri manusia,” ujar R.A. Jayandari Purnamawati dalam forum bertema Habis Gelap Terbitlah Terang dalam tasyakuran Hari Kartini di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Senin (20/4/2026) malam.
Ia menilai keterbatasan ruang hidup Kartini justru melahirkan keluasan pemikiran yang melampaui zamannya. Bahkan, gagasan Kartini disebut menjadi benih awal kesadaran kebangsaan yang kemudian diwujudkan dalam kemerdekaan oleh Soekarno.
Pandangan tersebut diperkuat Eni Setyoningsih yang menekankan peran perempuan masa kini sebagai penjaga nilai dan penggerak peradaban. “Semangat Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Ketua panitia Erny Nengtiyas menegaskan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi bersama. “Kami ingin nilai Kartini benar-benar hidup dalam keseharian,” katanya.
Peringatan ini juga diisi kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan fakir miskin, serta dihadiri tokoh lintas agama dan masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia bersama Jamiyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah Cabang Kediri, serta turut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri dan Pemerintah Desa Pojok.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal Kartini sebagai simbol sejarah, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai perjuangannya dalam membangun karakter, memperkuat nasionalisme, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. (**)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow