Revolusi Industri 4.0 Melanda Alam Gaib, Remaja Jember Sukses Garap Pocong versi Digital

Kreativitas kebablasan remaja Jember bikin heboh medsos pakai Pocong buatan AI.

07 Jun 2026 - 08:45
Revolusi Industri 4.0 Melanda Alam Gaib, Remaja Jember Sukses Garap Pocong versi Digital
Foto penampakan sosok putih legendaris alias pocong di kawasan Patrang Jember ternyata kreasi AI. ( Ilustrasi: Gemini AI)

JEMBER, SJP – Ketika para ilmuwan di Silicon Valley sibuk berdebat apakah Artificial Intelligence (AI) bakal merebut pekerjaan umat manusia, tiga remaja di Kecamatan Patrang, Jember, justru sudah melangkah lebih jauh. Mereka berhasil membuktikan bahwa kemajuan teknologi bisa digunakan untuk melakukan efisiensi kerja di sektor yang paling tidak terduga: dunia pergentayangan.

Pekan ini, jagat maya dikejutkan oleh beredarnya foto penampakan sosok putih legendaris alias pocong di kawasan Patrang. 

Foto tersebut sempat membuat warga heboh. Namun, setelah turun tangan, Polres Jember sukses membongkar plot twist-nya: pocong tersebut 100% adalah produk digital hasil rekayasa AI.

Langkah kreatif (namun berakhir di kantor polisi) yang dilakukan ketiga remaja ini dinilai sebagai terobosan besar dalam industri shock therapy lokal. 

Jika biasanya oknum pemuda harus modal membeli kain kafan asli, bedak putih, dan rela gatal-gatal bersembunyi di balik pohon pisang demi menakuti warga, kini semua itu bisa dipangkas berkat algoritma.

"Ini adalah bentuk digitalisasi kearifan lokal," ujar seorang netizen di kolom komentar. "Pocong konvensional sekarang harus mulai belajar coding kalau tidak mau tergerus zaman dan kalah saing dengan pocong hasil prompting."

Secara estetika, pocong versi AI ini memang terlihat terlalu sempurna. Lipatan kain kafannya presisi, efek pencahayaannya sinematik, dan tingkat keaslian bayangannya menyerupai standar visual Hollywood. 

Wajar saja jika warga Patrang sempat terkecoh. Siapa yang menyangka kalau hantu zaman sekarang tidak lagi keluar dari kubur, melainkan keluar dari aplikasi rendering.

Sayangnya, inovasi "Cyber-Mistis" ini harus terbentur oleh realitas hukum. Polres Jember yang bergerak cepat langsung mengamankan ketiga remaja tersebut sebelum mereka sempat merilis varian hantu digital lainnya seperti Kuntilanak Metaverse atau Genderuwo Full HD.

Kepada petugas, mereka mengaku hanya iseng demi konten dan pengikut di media sosial. Beruntung, karena masih di bawah umur dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk mendapatkan bimbingan—dan kemungkinan besar, kuota internet mereka akan disunat untuk sementara waktu.

Pelajaran moral dari peristiwa ini sangat jelas: AI memang bisa menciptakan visual apa saja, mulai dari foto pacar fiktif hingga pocong digital. Namun, secanggih-canggihnya teknologi kecerdasan buatan, ia tetap belum bisa digunakan untuk otomatisasi membayar denda atau membatalkan surat panggilan dari pihak kepolisian.

Bagi para hantu asli di luar sana, Anda boleh bernapas lega (jika masih bernapas). Pekerjaan Anda terbukti belum sepenuhnya direbut oleh robot.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow