Salurkan Rp24 Miliar Bansos di Sumenep, Khofifah: Jangan Buat Judi Online!
Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Rp 24 miliar bansos dan zakat produktif di Sumenep. Ia mengingatkan penerima agar tidak menggunakan bantuan untuk judi online dan menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga.
SURABAYA, SJP – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat Sumenep agar bijak menggunakan bantuan sosial (Bansos) yang disalurkan pemerintah. Pesan keras ini disampaikan Khofifah lantaran masih ditemukannya kasus penyalahgunaan bansos untuk judi online.
“Mohon agar bantuan yang diterima dimanfaatkan dengan baik sesuai kebutuhan sehari-hari. Jangan digunakan untuk hal yang sia-sia, terlebih lagi untuk judi online,” ujar Khofifah di Surabaya, Ahad (24/8/2025) dikutip dari beritasatu.com.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat sekitar 9.000 penerima bansos di Jawa Timur yang diduga mengalihkan bantuan untuk judi online, dengan total kerugian mencapai Rp53 miliar.
Bantuan senilai Rp 24 miliar yang disalurkan kali ini mencakup beragam program, mulai dari asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) untuk 106 orang, alat bantu mobilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk 2.628 keluarga, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 9.262 warga, BLT buruh pabrik rokok, hingga program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan bagi pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Puspa), bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih untuk tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan taruna siaga bencana (Tagana), serta bantuan makanan untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Secara khusus, Khofifah turut menyerahkan santunan duka sebesar Rp 10 juta kepada masing-masing dari 17 keluarga korban meninggal dunia akibat kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep.
“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada orang tua yang anaknya dipanggil Allah Swt karena campak. Ada yang masih berusia 10 bulan hingga 2 tahun. Mari bersama-sama kita kirimkan Al-Fatihah,” ungkapnya.
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemprov Jatim. Ia menegaskan Pemkab Sumenep berkomitmen menurunkan angka kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, hingga mendorong pemberdayaan UMKM.
“Upaya ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan, membuka lapangan kerja melalui investasi, serta menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” tutur Imam. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

